Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Arsip untuk kategori ‘hobby

Saya, Bertanggungjawab Atas Pembunuhan Ini

with 7 comments

Red Devil Fish

Red Devil Fish

Saya dapat sms siang kemarin. Sms dari kawan baik saya sejak SD. kami berdua sama-sama hobiis ikan hias sejak SD juga. Menginjak bangku SMP, jenis ikan yang kita gemari untuk dipelihara adalah ikan jenis predator. Sebut saja ikan Oscar dan arwana yang populer, pernah kami pelihara.

Ada kesenangan tersendiri memang memelihara ikan jenis predator. Selain corak warnanya bagus dan bentuk tubuhnya indah. Dengan memelihara ikan jenis ini kita mendapat kesenangan ekstra saat memberi makan makanan hidup ada mereka. sadis? hmm itulah seninya. Apa saya berdosa? ahh, toh kodrat mereka di alam bebas memang memakan makanan hidup. :)

Sms dari kawan saya yang sedang ambil master untuk bidang perikanan itu berisi tentang kabar terkini  ikan hias favorit kami sejak kecil. Ya, saya dan beberapa hobiis se-komplek punya ikan hias favorit. Red Devil namanya. Termasuk dalam jenis siklid. Dan bisa dibilang ikan hibrid Louhan yang pernah nge-trend juga mempunyai darah hasil persilangan dengan Red Devil dengan jenis siklid lainnya.

Ikan ini punya kelebihan. Selain nama populer yang keren mirip dengan julukan klub papan atas Manchester United, ikan ini juga dikenal memiliki warna yang indah. Jika terawat sempurna, warna ikan ini bisa mencapai orange kemerahan. Namun kebanyakan warna pada umumnya adalah kuning jeruk.

Selain itu, ikan ini memiliki ciri-ciri matanya yang merah dan terdapat jenong dikepala untuk jantan  ukuran dewasa matang kelamin. Tentunya ikan ini jenis predator juga. Karnivora dan petarung teritorial handal. Sisi menarik lainnya yang saya suka adalah ikan jenis ini mudah dikembangbiakkan. Sama dengan ikan Mujair, ikan ini termasuk kategori good parent. Dia akan melindungi anak anaknya sampai ukuran mandiri. Hanya saja bukan mouthbreeder yang menjaga anak-anaknya dalam mulut seperti ikan mujair.

Kembali ke kabar dari teman saya itu. Dikatakannya ikan favorit kami itu kini telah menjadi hama di perairan Indonesia. bahkan menurutnya, sekarang Red Devil sudah beralih jabatan dari ikan hias menjadi kripik ikan, dan itu telah diulas salah satu TV swasta. Memang semenjak tamat SMA saya sudah tidak terlalu update mengenai dunia hobiis ikan.

Riset kecil dengan om google segera saya lakukan untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi. Hasil query dengan keyword ikan red devil menunjukkan situs harian Suara Merdeka pernah memberitakan di tahun 2005 tantang teror ikan ini pada petambak ikan di Boyolali. Red Devil memangsa ikan-ikan budidaya seperti tawes, nila, mujair, gurami dsb.

link suara merdeka : RED DEVIL di SUARA MERDEKA

Dan saya juga menemukan pemberitaan Kompas tentang kripik ikan red devil, seperti yang dikabarkan sms kawan saya tadi. Kompas telah mengulasnya pada April 2008 lalu.

link Kompas : RED DEVIL di KOMPAS

BAhkan di youtube ada yang upload video Red Devil dengan menamainya ikan adolf hitler. Ikan ini super kriminil bukan?!

link Youtube : RED DEVIL di YOUTUBE

Setelah tahu lalu apa yang ada dalam benak saya? merasa bersalah tentunya. Ikan Red Devil bukanlah ikan asli perairan Indonesia. Ikan ini ikan asli perairan Amazon, perairan Amerika. Saya merasa bersalah karena secara tidak langsung ikut menyukseskan invasi besar-besaran red devil ke sungai, tambak dan waduk Indonesia.

Selama kurun tahun 1999 – 2003, kolam ikan saya di rumah termasuk produktif menghasilkan ikan-ikan red devil. Tapi bukan untuk produksi dijual lagi. Hanya untuk kesenangan saja membiakkan. Dari ratusan anakan yang tumbuh, hanya kira2 sepuluh ikan yang dapa survive sampai ukuran remaja dan dewasa. Lainnya? terkadang dimangsa ikan lain nya yang berada di kolam atau ikut terbuang saat proses pengurasan kolam. Nah, yang terakhir ini yang membuat saya merasa bersalah. Ikan jenis ini tergolong survive dengan segala kondisi air. Bisa jadi ikan yang ada di sungai atau di tambak, adalah dari kolam saya. :(

Saya ingat betul pada tahun 1999, di toko ikan hias, red devil dewasa hanya dihargai kurang dari Rp10.000. Murah meriah memang ikan ini dulu. Dan menginjak jaman keemasan Louhan, ikan ini juga sempat ikut naik harganya karena bisa dikatakan Red Devil juga moyangnya Louhan. Nah, kalau saat ini Red Devil di Indonesia berubah menjadi kripik, mungkin sudah takdirnya karena perangainya sendiri. Tapi saya mungkin tetap punya andil membawa ikan mata merah ini ke penggorengan. :D

Maaf buat perairan Indonesia. Maaf juga buat RedDevil, di Indonesia kini kisahmu hanya sampai di kemasan plastik berlabel Kripik Ikan Enak bu Siti asli Dusun Soka, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo. Semoga dengan notes ini para hobiis dapat mengambil suatu pesan moral. Hati-hati dengan peliharaan anda! Memeliharalah dengan bijaksana. Jangan sampai kejadian enceg gondok, piranha dan red devil menghapus kekayaan flora dan fauna Indonesia. ^_^

johan asa
just another man who’s behind the trigger

info tambahan untuk yang saya tag dan pembaca budiman  : saat ini saya ngidam kripik ikan red devil, bagi yang mengetahui tempat penjualan di surabaya saya mohon info. trimakasih banyak! :D

Written by Johan Asa

28 Maret 2009 at 9:47 pm

Ditulis dalam hobby

Download Secara Brutal

with 4 comments

Saya download dengan brutal pada weekend kali ini. Disela sela, tugas kuliah yang padat, pekerjaan yang kadang cukup menyita waktu dan tuntutan pemahaman lebih dalam terhadap literatur penunjang tugas akhir saya, saya masih sempatkan download mp3. Supaya tidak setres. Ya, hanya supaya tidak stress.

Sabtu dan Minggu ini saya lebih banyak stay di kampus. Tak lain untuk misi mengerjakan tugas, browsing dan reading literatur Tugas Akhir. Tepatnya di redaksi ITS Online tercinta saya ngendon selama lebih dari 24 jam. Berbuka dan sahur tentunya juga di redaksi. Mandi pun juga meski tetap sekali sehari :razz:

Minggu malamnya, jenuh mulai menggelayut di kepala. Akibat ndak bisa memahami peraturan yang sedang saya baca membuat saya mencari sedikit kesenangan. Memutar mp3 favorit saya. Genre lagu kesukaan agak berbeda dengan rekan tim redaksi. Jadi saya harus toleransi saat memutar lagu di siang hari. Siang hari atau jam kerja saya harus memilih betul lagu lagu yang sedang populer dalam playlist jika ingin regreshing dengan musik. Itu kalau tidak mau diprotes. “Lagu apaan ini? aneh gak terkenal, bikin ngantuk ahh,” kata beberapa rekan.

Memang apa lagu favorit saya? Ya! saya senang segala jenis popjazz, indiepop dan lagu lagu grup indi yang namanya aneh tapi lagunya asik easy listening. Sebut saja beberapa nama grup dan penyanyi seperti Club8, Acid House Kings, Sondre Lerche, Bluetones, Peter Bjorn and John, Rufus Wainwright, The Clientele telah memikat telinga saya. Memang semuanya nama-nama yang sangat jarang ditemui ditoko-toko kaset. Beberapa mungkin udah bubar tidak produktif lagi. Tapi itulah asiknya semakin jarang yang dengar semakin sedap didengarkan. Serasa ekslusif. -hahahaha aneh- :grin:

Nah, beberapa waktu sebagian lagu saya musnah karena komputer laboratorium tempat saya sebagian menyimpannya harus diinstall ulang OS-nya. Kenapa musnah? karena kedodolan saya yang nyimpen file lagu drive C. Lagu yang ilang terrmasuk lagu sondre lerche duet dengan Lillian Samdal yang berjudul modern nature. Itu lagu yang paling saya suka. Menurut saya duet vokalnya sexy. Dan liriknya menjadikan inspirasi untuk pedekate. *hakhakhak pengalaman pribadi!

Kehilangan file mp3 kesukaan. Itu yang membuat saya semakin bernafsu mengatasi jenuh pikiran dengan mendownload secara brutal. Tak tanggung-tanggung saya menggunakan setidaknya 5 PC untuk download. Ya! saya memang sarap, sakit! wekekeke. Puluhan lagu berhasil saya download. Ahh senangnya. Lagu lagu dari Sondre Lerche, Club8, Peter Bjorn&John, Acid house kings berhasil disedot dalam semalam.

Oiya disela kesibukan mendownload. Saya memasang status di yahoo Mesenger *untuk pamer* dengan bunyi “download mp3 sondre, club8, ivy…” Dan siapa sangka ada teman di YM yang juga pedagang celana jeans di kaskus ternyata juga suka dengan lagu-lagu Sondre Lerche. Dia pun meminta saya untuk mengirim koleksi sondre saya. Saya menurutinya dengan harapan kedepan saya bisa dapat kortingan beli jeans dari dia. hahahaa. Oke Bung Chossey Harris?  :wink:

Yah. Mungkin hari-hari kedepan saya akan terhibur dengan playlist baru saya ini.

Untuk teman-teman ITS, sebagian file mp3 sondre lerche, club8, peter bjorn sudah saya share di share-share-an \\xx.xxx.50.50\musik. Kategori upload. Monggo dinikmati. :lol:

Sebagian besar lagu saya dapat di: http://beemp3.com/

Written by Johan Asa

22 September 2008 at 2:55 am

Ditulis dalam hobby, intermezzo

Nengok Dua Pameran Foto

leave a comment »

AWAL bulan ini ada dua pameran foto besar di kota Surabaya. wew! yang bikin menarik, keduanya pameran foto jurnalis foto kawakan dua media cetak raksasa di negeri ini. Kompas media grup dan Jawa Pos grup.

Pameran Kumpulan foto Terbaik Kompas, Mata Hati!

SEX for SALE!

yep! Kompas baru-baru ini mengeluarkan buku kumpulan foto terbaik kompas berjudul Mata Hati dan melakukan roadshow promo bersama Toyota Yaris ke beberapa kota besar. Salah satunya mereka tampil di Surabaya, dengan mengawali membuat klinik foto jurnalistik di Kampus ITS, posting saya sebelumnya, disini. Mata Hati juga tampil di ruang pamer Balai Pemuda Surabaya hampir selama sepekan, 26 Agustus – 1 September lalu.

Nah saya sempat nengok kesana (mata hati, red) di hari terakhir tgl 1 September, bersama dengan rekan Adi ‘ndower’ dan ‘bang’ ippan. Baca entri selengkapnya »

Written by Johan Asa

26 September 2007 at 10:37 pm

Ditulis dalam hobby, walking around

Jalan Irian Barat, Nongkrongnya Maniak Ikan Surabaya

with 23 comments

SIAPA yang tak suka melihat panorama buatan yang disajikan akuarium? kotak yang sering kali terbuat dari kaca itu selalu dapat menenangkan dengan liukan ikan hias dan indahnya tatanan landscape didalamnya. Akuarium seakan membuat kita sejuk dan memberi ruang untuk sedikit menghindar dari kepenatan. Di Surabaya ada satu tempat yang menjual segala sesuatu untuk mewujudkan keindahan itu. Dan tempat itu berbentuk pasar jalanan.

Suasana Jalan Irian Barat di Malam Minggu

Hampir semua kota besar punya pasar satwa semacam ini yang bisa memanjakan para hobiis. Jika di Surabaya jalan Irian Barat lah tempat untuk hobiis ikan hias. Lokasi jalan Irian Barat dekat dengan pusat kota dan berdekatan dengan pasar tradisional Keputran.

Selain sebagai pasar ikan hias, bagi masyarakat Surabaya, kawasan ini juga dikenal sebagai kawasan palang merah (wee lampu merah ouy). Itu karena disini juga tempat kaum waria mangkal mencari pasangan di malam hari. Eitss, tapi jangan takut. Kalau berniat datang mencari ikan hias, anda bisa datang ke pasar ini malam minggu atau malam kamis (sabtu malam / rabu malam), karena memang itulah jadwal buka pasar ini. “Jadi jangan salah jadwal men, bisa salah tingkah ente.”

Pasar ini berada sepanjang jalan Irian Barat yang bersebelahan dengan kali Mas (bener gak?). Disini kamu bisa mendapati segala jenis ikan hias dari ikan air tawar sampai air laut. Lalu juga bisa mendapati perlengkapan penunjang kehidupannya seperti filter, aerator dan lain sebagainya. Komplitlah.

berbagai jenis ikan hias bisa didapati di pasar ini

mulai dari kapas filter, filter, aerator, heater sampai benda aneh khusus untuk sang ikan ada!

Tenang saja, di pasar ini harga relatif terjangkau dan yang terpenting disini masih berlaku aturan ngenyang (menawar). Mulai dari ikan serba limaribu sampai ikan serba juta ada! Mulai dari ikan kelas dasar sungai; sapu-sapu, sampai ikan kelas hotel berbintang; arwana ada!

Gak usah kuatir dengan kocek tipis, kalau ada niat mulia memelihara ikan dengan kasih sayang dan ikhlas pasti kamu akan dapat bawa pulang ikan kerumah. :)

hebatz, ada paket serba limaribu!

yang ini ikan Koi, agak mahal lah ya! (cantik-cantik ya ikannya?!)

Pasar ini tidak hanya untuk hobiis yang berniat belanja, bagi yang niatnya cuma jalan-jalan sama kekasih atau keluarga juga sah-sah aja kok. Bisa dibilang selain tempat belanja ikan hias yang kumplit juga sebagai sarana rekreasi yang murah meriah. Lihat saja jika malam minggu tiba. arek Suroboyo banyak juga yang menghabiskan waktu hanya untuk jalan-jalan di sini.

jadi tempat asyik untuk jalan bareng teman, pacar, istri, suami juga anak! (mbak yang kujepret cakep lho)

Ikan yang dijual juga banyak dalam bentuk grosir, istilahnya disini satu kantong berisi beberapa ikan sejenis. Ya, memang pasar binaan dinas perikanan provinsi Jatim ini juga menjadi jujugan para penjual ikan hias di se-antero Surabaya. Pedagang yang berjualan disini juga banyak yang berasal dari luarkota, Blitar, Tulungagung dan kota peternak ikan lainnya.

salah satu pedagang ikan Arwana dan Oscar menawarkan dagangannya pada calon pembeli.
“wuihh ikan apa tuh dalam bak?” (jawaban; lele)

Hehehe, postingan ini terselenggara karena sejak SMP saya sudah menyandang gelar maniak ikan hias. Sekarang memang agak menurun perhatian saya terhadap ikan hias. Habis, ada yang lebih cantik dan asyik men. argghhhhh! lagi pula semakin hari saya semakin minder dengan ikan-ikan itu, lah yang pelihara mereka sendiri gak bisa berenang. Gawat kalau mereka tahu!

Tips memelihara ikan;
1. Jangan jadikan hobi ini pelarian sesaat. hanya karena, “eh lucu ikannya, warnanya bagus, beli ah.” seminggu kemudian pernyataan itu terlontar lagi, “eh lucu ikannya, warnanya bagus, beli ah.” wahh nambah ya koleksi ikannya? “gak juga mas, yang minggu kemarin mati gak tau napa.”.. biadabbbb!!!!

2.
Sesuaikan kemampuanmu dalam merawat makhluk hidup sebelum memutuskan mengadopsi ikan. jangan sampai orang malas bersihkan akuarium dan gak telaten kasih makan dengan gampangnya bilang “saya tuan dari ikan koi ini, semasa dia (koi, red) hidup,”. mending orang semacam itu disarankan pelihara ikan sapu-sapu di bak kamar mandi.

3. Sesuaikan kantong dan penghasilanmu sebelum memilih ikan mana yang akan kamu urus. Nah, ini penting agar sang buah hati tidak terlantar dan menjadi kaum prihatin. bayangkan kalau pelihara ikan arowana tapi gak mampu beli atau cari kodok/ikan kecil/jangkrik dll. bisa-bisa tuh ikan diajak puasa juga dan hanya berbuka dengan cecak, klo nemu dirumah. (cecak tidak baik buat sisik ikan).

4. Akuarium atau kolam tempat ikan harus disesuaikan dengan si ikan yang akan menjadi tuan rumah. Jangan asal beli ikan sehingga akuarium ukuran 50X40X30 jadi over populasi. pandai-pandai memilih juga ikan mana yang cocok di akuarium dan mana yang cocok di kolam.

5. Jangan asal percaya dengan si penjual. biasa pemula nanya begini, “pak, yang ini bisa tidak kumpul dengan ikan ini,” biasanya penjual bahkan belum pernah memelihara ikan itu dalam waktu lama dan memperhatikan sifatnya, biasa mereka hanya tangan kedua. lebih baik kamu browsing di internet dan tanya ke yang sudah ahli. klo mau mix jenis ikan di satu akuarium harus hati-hati. ndak semua ikan jenis cocok hidup berdampingan dengan yang lain.

6. Perhatikan juga perlengkapan pendukung. Syarat wajib makhluk hidup dapat survive adalah oksigen. jadi buatlah sirkulasi air dengan filter dan beri pasokan oksigen dengan aerator. harga sekarang udah murah-murah kok (banyak produk china).

7. konsisten dan ikhlas dalam memelihara. Mereka (ikan-ikan, red) niscaya akan memberikanmu balasan dengan lincah gerak dan kilau warna indahnya.

Written by Johan Asa

25 September 2007 at 1:55 pm

Ditulis dalam hobby, walking around

Ikan Bakar Maknyusss

leave a comment »

JIKA ditanya orang “apa hobimu?” hmmm, aku bakal mikir agak lamaan untuk menjawab. hohoho, karena sampai saat ini belum tau apa yang menjadi hobiku sebenarnya. Hobi jika didefinisakan merupakan kegiatan yang dilakukan diwaktu senggang dan dilakukan secara kontinyu. Lah, selama ini yang kukerjakan diwaktu senggang lebih sering adalah hal-hal yang muncul secara tiba-tiba dikepalaku. Jadi hobiku adalah melakukan hal yang terbesit tiba-tiba di pikiran, yang berpeluang menciptakan rasa damai dan menyenangkan.

Seperti, pernah pas ngerasa sepi sendiri mendesah dan pikiran ruwet, tiba-tiba langsung muncul ide wisata kuliner ke Blauran. Sendiri, benar-benar sendirian tidak ada kawan atau lawan tanding. Single fighter (kasihan)! Dan hasilnya bawa oleh2 ke redaksi ITSOnline beberapa jajan pasar yang maknyuss. Sekaligus bawaken oleh2 apem ‘fresh from the oven’ buat si Mayo yang udah pinjemin buku Mekanika Tanah untuk bahan ujian. Yang ternyata jadi santapan mayo and the gank. Aku pun tenar dengan apem maknyuss ^__^

Atau waktu hari libur, malas kemana-mana, tidak punya aktifitas berbobot untuk dilakukan, akhirnya nongkrong didepan kolam ikan. Liat ikan peliharaanku, eh lucu bisa renang. -gw lucu kok gak bisa renang yak?- ;jayus;

Mungkin juga yang satu ini, nongkrong di atap genteng sambil lihat indahnya langit. Tapi yang ini selallu berakhir dengan nestapa (masuk angin, red). Juga kadang melakukan aktifitas seperti liputan, jeprat-jepret atau sekedar mendengar keluhkesah dan opini man on the street, tanpa menulis report berita kemudian. Menyenangkan!

——————–

Kali ini yang mau di ekspos di kantor berita duniadalamasa adalah realisasi ide spontanku pada tanggal 15 Juli lalu, hari Minggu tepatnya. Sudah lama juga sih, tapi sekali lagi redaksi duniadalamasa memuat ini dikarenakan nguber jumlah posting-an. Ide itu adalah bakar ikan di rumah. weikkzzz, Yummyyy! Mbak ruri sebelumnya sudah melakukan posting mengenai aktifitas ini, bisa dilihat disini.

Ide ini sebenarnya sudah terbesit sejak lama. Tapi karena berbagai aktipitas sing ora penting harus rela menunggu sampai esok harinya. Semua berawal dari cerita mama tentang sebuah pasar ikan di dekat kawasan masjid Ampel. Pasar Ikan Pabean namanya. Mama-ku memang orang Suroboyo asli, makanya tau banyak tempat-tempat asik (dijamannya) di Surabaya.

Waktu itu, setelah mama bercerita tentang pasar Pabean, langsung saja mata ini berbinar-binar, cring-cring-cring. haha.. selalu seperti itu kalau mendengar cerita yang berbau tradisonal dan merakyat. Maklum jee aku gak pernah dolan ke yang namanya pasar ikan. kata mama waktu itu, “lho disana uakeehh iwak gede-gede. ikan pari besar juga ada,” ceritanya. Wadooow, langsung pingin kesana.

Dan, hari Minggu lah (15/7) baru itu terlaksana. Ya pada hari minggu kuturut mama tercinta ke pasar. Naik Suprafit orenz istimewa kududuk dimuka. Kududuk samping pak kusir yang fiktif belaka. Mengendarai motor supaya baik jalannya. bruuuummmmmm…ngeeengggggg. “pelan-pelan han, mama wedi (takut, red)..” kata mama sambil mencengkram pinggangku.

Lalu, sampailah kami ditempat tujuan. Bau amis ikan sudah tercium saat kami akan parkir motor. Werrrr… sebuah becak penuh dengan ikan pun lewat dihadapan kami. Wow.. mataku terbelalak saat liat ray fish besar (iwak pari) utuh dibawa becak itu. Sayang gak sempat kejepret kamera. :(

Setelah parkir petualangan belanja ikan pun dimulai. Sekali lagi maap, gak banyak foto yang bisa saya jepret disini karena tujuan mulia awal kami adalah belanja! Dan jika kau belanja di pasar tradisional dengan jeprat-jepret, salah satu akibatnya adalah jadi susah nawar dan harga yang dipatok pedagangnya bisa-bisa jauh lebih tinggi. Yup, maybe next time. klo cuman niat hunting gambar.

Disana, mama beli beberapa jenis ikan. Mulai dari ikan teri yang putih kecil, lalu ikan bawal (alias dorang), trus ada ikan Selar yang ada warna garis kuning di badannya dan tak lupa kita beli ikan P (what a simple fish name?!).

Mamaku (paling kanan) sedang pilih-pilih ikan Selar. Ikan ini enak juga dibakar dan harganya murah. Cocok kalau ingin merasakan nikmatnya bakar-bakar ikan ala bolang (bocah petualang).
Setelah blusukan di pasar Pabean selama kurang lebih satu setengah jam. Kami pun memutuskan pulang. Yup, cukup untuk lauk selama seminggu hasil buruan kita ini.

Sesampai rumah kesibukan pun dimulai. Mama berperan aktif lagi sebagai sie-beteti (bersihkan sisik ikan), mbak Ruri sebagai koordinator cipta sambal enak tenan, Yudha (adikku) seksi pembantu umum, bapak juga sebagai supporting unit dan ketua dewan penasihat, Dan saya sebagai ujung tombak didapuk jadi ketua pengadaan barang dan jasa (cieeehhh) alias sebagai juru bakar ikan sekaligus pengadaan perlengkapan masak.

Sayang lagi, proses bakar-bakar dan keceriaan lain selama proses berlangsung tidak sempat diabadikan. Yeah, kita lupa pentingnya seksi dokumentasi. Tapi tak apa.. beberapa foto jepretan setelah output tercapai (ikan bakar matang) saya rasa cukup menyenangkan.

Sebagai inisiator pengaggas ide sekaligus juru bakar amatir (beranjak ke expert), tak lain tak bukan saya mengatakan bahwa ini ikan bakar paling yummyyy.. numero uno.. liat warnanya! matang merata dan tidak amis. Enak maknyusss.. top markotop dahhhh!

Mbak Ruri juga telah menyiapkan sambal mantapkalinya. Akhirnya, inilah tujuan yang kita idam-idamkan selama 22 tahun terakhir. (berlebihan) ^_^v
Yummy.. waktunya santap malam bersama. Ikan bakar ala bolang telah siap lengkap dengan sambal merah , sambal kacang juga nasi hangat. weitttssss, belum mulai kok ikannya sudah ada yang cuil? pasti kelakuan si-kucing Garong (criminal cat)

kelakuan si kucing garong-1 tertangkap kamera (diperagakan oleh Yudha)

criminal cat-2 pose waspada…. (diperagakan oleh Mas Iwan)

Demikian kisahnya. semoga bisa menjadi inspirasi untuk menghabiskan akhir pekan anda bersama keluarga. Bakar-bakar ikan sangat menyenangkan, dan bisa menjadi opsi yang layak dipilih. Tak perlu punya lahan yang luas atau pekarangan untuk bakar-bakar ikan. Buktinya, saya yang tinggal di perumahan juga bisa. Hehehe, saya memindahkan tempat bakar-bakar ke teras lantai 2, a.k.a balkon. Angin yang bertiup semakin membuat meriah susana, tetangga pun jadi ngiler cium baunya. wekekeke ^_^

Written by Johan Asa

8 Agustus 2007 at 10:56 am

Ditulis dalam hobby, walking around

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.