Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

masa penyembuhan, saya sibuk dan jangan sentuh aku

with 2 comments

memang benar. putus cinta itu sakit. apalagi kalau memang itu adalah seseorang yang terkasih, ter-unik, ter-spesial dan sekaligus ter-jeleks dimata kita. cinta itu rumit. cinta itu kadang pedih. tak jarang juga cinta mematikan. tapi yaa mengapa segenap yang bernyawa memujanya? mungkin karena memang cinta itu fitrah. anugrah tak tergantikan. cinta pun bisa apa saja bentuknya, tak hanya sepasang kekasih. halah intro-ku kok sok sok-an. guayamu jo jooo…

ya yaaa, ngene loh rek, sekarang kan malam minggu. entah sudah berapa minggu saya merasakan unwell karena cinta. ya saya putus cinta. eohh, saya memang gak ingat kapan saya mulai sendiri. yang saya ingat saat itu, bulan lalu, habis asistensi tugas kuliah. malam hari. dia datang, karena eh karena kita memang sepakat. dan kita sepakat akhiri semua dengan baik. dengan baik. terjadi cepat. kita tampak tegar bugar saat itu. masih tampak perfect dimata penonton saat mengucap good bye.😦

saya tahu konsekuensinya. yang baik terkadang pahit. semua orang dewasa, sudah baligh dan pernah minum jamu pegal linu pasti juga tahu konsekuensi itu. gak terkecuali saya, tahu akan kebaikan ini menyakitkan. sangat pahit untukku.

seperi dihembuskan situs pencari teman friendsterdotkom, hakikat seorang manusia salah satunya didefinisikan dengan pilihan status: single, married, in relationship dan it’s complicated TM (TM tauk lah apa! trademark mungkin). saya juga demikian. peralihan status saya lakukan di account saya di situs tersebut. memang ini adalah bagian dari penyembuhan. penyembuhan tak berarti melupakan. tapi mayoritas memang ingin melupakan karena itu tadi, sakit dan pedih yang terbuat.

akhir-akhir ini saya juga merasa jadi pemarah. tahulah, mas johan asa dimata teman adalah sosok yang kalem, charming dan sekaligus guilani. akhir-akhir ini perasaan saya unwell berat, akut kronis. pekerjaan saya kacau. rasanya agak susah konsentrasi baik itu belajar maupun bekerja. buang air besarpun susah. dan lebih cuek dengan sekitar tapi masih belum kencing sembarangan. huahahaha

awalnya indikasi itu kukira karena kebanyakan makan rawon. ya setiap istirahat makan siang saya suka menu rawon, tambah nasi, plus telor asin. tak lupa minuman favorit saya es milo. goblog juga. mudah naik pitam ini saya kambing hitamkan pada rawon bu kantin. lebih goblog lagi rawonnya kan pake daging sapi. hehehe.. (perihal ini sempat saya curhatkan ke tyas, temen sma, dan lagi lagi saya dikira sarap)

tapi untungnya tak lama dan tak berlanjut dugaan bodoh saya terhadap rawon itu sirna. kawan-kawan dekat meyakinkan saya. saya overload kata mereka. busyet. dasar mahasiswa sipil. menilai orang juga dari beban (load). yaa.. sejak saat itu dugaan saya jauh dari rawon. maaf ya won, i love u, tetep suka kamu won. bener deh.

overload. muka capek. tambah kurus. itu semua kata mereka. dua deskripsi yang awal saya terima. tapi yang kurusan itu, heeeehh perasaan memang kurus sejak jaman purba. kuakui, saya capek, banget banget. ini memang resiko menjadikan diri sebagai mahasiswa gampangan yang tak mudah dipermainkan. resiko orang bercita2 enjiner sejati tanpa ampun.

akhir-akhir ini banyak kerjaan. kerjaan saya di laboratorium struktur sebagai asisten enjiner serabutan sedang gencar deadline laporan proyek. lalu kerjaan saya di ITS Online juga membutuhkan koordinasi yang gak jarang. belum lagi bulan ini adalah deadline majalah ITS Point yang saya kebagian menggantikan redaktur pelaksana yang cuti sementara. otomatis yang dimajalah, saya yang sang redaktur rubrik juga merangkap redaktur pelaksana. ohhhh myyyyy god! klo kamu anak arsitek, sipil atau planologi ITS yang sering liat cecunguk jeleks seliweran bolak balik kampus sipil-rektorat-perpustakaan. nah itu saya, tak lain tak bukan the poor guy, mas johan asa.

pikiran bercabang. multitasking sudah jadi keseharianku. gak baik memang. dan ini gak islami. gak dianjurkan oleh rasulullah. tapi bagaimana lagi. ini memang proses. saya masih belajar untuk jadi seperti lirik yang dinyanyikan grup ratu. saat ini kepala ini memang masih menyanyikan lirik, “jika mau makan aku ingat kamu, ini dan itu.. jika mau tidur aku ingat kamu ini dan itu”.

kupikir apa yang kualami sudah cukup lengkap untuk menjadikan saya gak waras. overload kerjaan, masa penyembuhan karena cinta, ditambah kuliah yang semakin berat. ketiga kombinasi yang seharusnya jika dipikul orang gak kuat mental bisa-bisa menambah omzet industri racun pembunuh serangga dan tali tampar.

jadi, dalam posting ini saya minta maaf pada temans dan rekans sekalian. jika saya menyakitkan tolong maafkan. saya dalam proses penyembuhan, saya dikejar deadline maka jangan sentuh saya. hehehe sentuh dalam hal ganggu lho rek.. klo ada yang mau sentuh dengan tatih tayang ya monggo.. ndak apa.. mumpung belum jadi jablay. wekekeke… dan dapat disimpulkan pemarah saya bukan karena sering makan daging. apalagi memfitnah rawon. sungguh tak adil rasanya. maaf ya won.. i love u.. but i miss her too and a lot task waiting for me.

Written by Johan Asa

3 Mei 2008 pada 8:47 pm

Ditulis dalam ceracau, piece of me

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. be tough brooooooo… berikan kesempatan pada sang waktu untuk sembuhkan lukamuuuuuu.. (gema mode: on). minwail, sakit hati-patah hati dinikmati saja. seperti yang kutulis di blogku: bukankah kita jarang patah hati sejarang kita jatuh cinta😀 rodo sarap si kalimat’e.. tp tenan kok.. suwer.. sumpritt.. fanta.. coca-cola.. jus apokat.. es dawett.. milo..

    fitri

    3 Mei 2008 at 9:33 pm

  2. maksude opo fanta cola jus apokat es dawet milo? emoh aku lek dicampur2….. trauma

    mas johan asa

    3 Mei 2008 at 10:39 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: