Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Internet Semua Ada

with one comment

Dunia Nyata, Dunia Gaib, Dunia Maya (Cyber). Mungkin saat ini begitulah pembagian ranah dunia. Dunia nyata untuk makhluk2 kasar seperti manusia, dunia gaib dihuni oleh makhluk halus, sedangkan dunia maya diisi oleh imigran kedua dunia sebelumnya. Dunia maya menjadi tempat pertengahan pertemuan antara kasar dan lembut. Dunia Maya kerap kali membuat makhluk kasar terlena.

Dunia Maya, internet, sangat luas. Kiranya tak terbatas. Berupa-rupa. Kebaikan dan keburukan tumplek blek nyaris tanpa saringan. Makhluk dunia Nyata yang kerap keblinger dengan yang ditawarkan dunia Maya. Mungkin juga karena terhasut makhluk dunia halus. Ahh siapa yang tahu.

Situs porno, ajakan ikut aliran sesat, kekerasan, sampai sarana menjual keperjakaan ada. Apalagi menjual keperawanan, tentu sangatlah bisa di Internet. Koran Harian Jawapos Senin lalu (19/5) seakan menyambut hari kebangkitan Nasional yang kental dengan gerakan intelektual mengulas tentang fenomena grey chick, penjaja seks komersial yang masih berstatus pelajar SMU. Mereka, gadis bispak (bisa dipakai, red), juga memakai dunia Maya sebagai tempat pertemuan deal transaksi haramnya. Luar biasa. Amazing, mereka sudah Hi Tech, kiranya kalau dikata Mr. Habudi penjiplak Habibie dari republik BBM.

Setelah membaca halaman koran Jawapos itu malam harinya masih ditanggal yang sama (19/5) saya mendapat kuliah dari seorang dosen mata kuliah Beton. Sang dosen saat itu pamer foto gempa china. Herannya, Ia tampak lebih bersemangat menceritakan tentang bagaimana ia mendapat foto kejadian gempa china daripada menjelaskan tentang mengapa banyak bangunan china yang roboh karena gempa itu, apa ada yang salah dengan desain struktur mereka mereka?. Sang dosen ternyata mendapat foto dari internet dan mengajak segenap mahasiswanya untuk memanfaatkan google. “Saya ambil ini langsung dari internet, mudah,” kata sang dosen mengajak. Mahasiswa pun dibikin kecut oleh dosen senior yang kiranya baru melek internet itu. ummmm.. Setidaknya angkatan tua pun merasakan dahsyatnya arus informasi saat ini .

Disela kuliah itu saya menengok ke alas kaki yang saya pakai. Ya, sepatu ini saya beli dari Internet. Membeli tanpa bertatap muka dengan penjual. Hanya saling kirim messege di forum milis. Melihat etalase barang dagangan di website personal penjual. Tanya ini itu lewat jalur yahoo messenger dan berakhir dengan deal harga plus ongkos kirim dari jakarta sampai surabaya. lalu terjadilah tukar menukar nomor rekening, nama, dan alamat lengkap. uang saya transfer dan sehari kemudian sepatu imitasi dari produk jepang ini pun saya kenakan. Hebatnya dunia cyber.

Tidak hanya itu, ketakjuban sang dosen yang baru melek internet itu juga bikin saya tersenyum sendiri, saya kan termasuk imigran dari dunia Nyata. Saya pecandu ranah Maya. Masih saat kuliah itu, ponsel saya bergetar, ada sms. Hahaha, ponsel itu juga saya beli dari internet. Saya beli dari pedagang keramik yang kebetulan dapat hadiah ponsel nokia 2310 brand new dari order ratusan dos keramik yang ia datangkan dari distributor. Harga yang saya dapat pun selisih seratus ribu dari harga di toko ponsel saat itu. Lumayan!

Saya pribadi memang lebih nyaman transaksi online. Barang yang saya dapat selalu memuaskan, belum pernah sekalipun saya merasa tertipu. Saya juga tak harus capek jalan keliling mall untuk mendapatkan sepatu yang cocok. atau keliling sentra gadget untuk membeli sebuah ponsel. Hemat tenaga singkat kata. Dan lagi juga bisa dibilang efisiensi waktu. Bayangkan melakukan transaksi, tawar menawar hanya dilakukan didepan monitor PC atau laptop. Bisa disambi sambil ngapain aja di rumah atau dikantor.

Siapapun penghuni dunia Nyata bisa menjadi apapun di Internet. Sekalipun menjadi pribadi yang sangat berbeda dengan siapa sebenarnya dia di dunia nyata. Mau jadi shopaholic online bisa. Jadi pedagang bisa. Jadi trader valas, forex bisa. Jadi carder yang mbobol rekening orang juga bisa. Atau mau jadi pelanggan setia grey chick juga sangat terlalu mungkin. Terserah mau memposisikan diri menjadi apa di dunia pertengahan ini. Dunia maya yang serba alias. Penuh samar-samar.

Terserah anda sekarang, di Internet semua ada. Saya berharap UU ITE yang dirancang Menkominfo dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga imigran antar dunia lebih terarah tidak keblusuk.

Written by Johan Asa

20 Mei 2008 pada 6:28 pm

Ditulis dalam go-blog, opini, save_your_life

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. pernah menjual keperjakaan via internet ya?😆

    kalo temenku, ada yang terobsesi banget bikin tambal ban online sama pemandian jenazah online…
    :mrgreen:

    chiw

    23 Juli 2008 at 12:04 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: