Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Archive for September 2008

Belut, Bookstore dan Tur Tiga Mall

with 3 comments

Wah weekend kali ini saya benar benar merasakan indahnya dunia Surabaya. Ternyata Surabaya tak sesempit laboratorium dan kantor redaksi. Ya! saya banyak meluangkan waktu.

Mulai dari Jumat malam. Ada yang bilang Jumat malam adalah awal dari kesenangan ber-weekend kami para mahasiswa. Jumat malam artinya akhir dari perkuliahan tiap minggu dan waktunya melepas penat. Jumat kemarin juga adalah hari terakhir perkuliahan sebelum libur lebaran. Bayangkan betapa senangnya mahasiswa seperti saya pada waktu itu. *berlebihan 😛

Melihat sekeliling, Jumat malam kemarin memang bisa dikatakan awalan yang sempurna menghadapi libur panjang. Jumat malam kemarin, no asistensi tugas (dosennya badminton) dan no kuliah (mungkin dosennya rebutan diskon di Matahari). What a perfect day. Beberapa kawan terlihat memiliki rencana masing-masing. Mulai dari bakar ayam bersama di kosan sebagai perayaan sebelum pulang kampung, bargaining dengan pacar menentukan mall mana yang dituju beli baju baru sampai ada yang dengan senangnya menghadapi Jumat malam ini dengan duduk manis di depan PC browsing materi tugas akhir. kekekek. Ya apapun yang mereka lakukan, intinya mereka bahagia karena libur panjang. 😎

Saya juga tak mau ketinggalan. Sorenya saya sudah berencana untuk pergi makan belut. Sudah lama gak makan belut goreng sambal terasi. Sudah lama, kangen sekalih! Tidak mau sendirian, kali ini yang beruntung menemani saya makan adalah nduk chiw, seorang blogger yang saya masih tidak yakin dia mahasiswa, karena tak gemar kuliyah. Dan lebih tak yakin lagi kalau dia itu cewek. Warung belut yang kita tuju adalah Spesial Belut Surabaya (SBS) cabang Mulyosari karena dekat kampus.

Akhirnya Jumat malam itu menyudahi kerinduan saya terhadap dia yang berwujud belut. Seporsi menu Belut Elek Goreng lengkap dengan dua piring nasi dan es temulawak masuk ke perut saya di malam penuh suka itu. Sedangkan chiw memilih belut saus inggris sebagai teman nasinya. Oiya menu belut elek goreng adalah menu spesial dari warung ini. Belut digoreng lalu disajikan diatas wadah penuh sambal terasi dan ekstra potongan bawang. Kenapa disebut elek? karena memang tampilannya jelek. Tapi yakinlah itu resep tahasia mereka, belut terasa sangat maknyus dengan sambal itu. 😳

FYI, saat berbuka sebelumnya padahal saya sudah memakan lele penyet. Tapi hal itu gak mengurangi nafsu makan saya, 2 piring nasi pin habis oleh saya. Oh iya dan taukah anda jika Lele diyakini beberapa orang bodoh seperti Chiw merupakan Ibu dari Belut? Lah bapaknya belut bernama Ular, saat itu Lele dan ular terlibat asmara dan lahirlah Belut. Jadi bisa dibilang -jika menuruti legenda aneh itu- di perut saya malam itu ada reuni keluarga antara ibu dan anak. hahaha

Selain kepuasan dengan Belut-belut enak itu, malam itu saya juga dapat mengambil suatu pelajaran. Cara makan saya yang cepat mungkin salah satu penyebab saya gak bisa gemuk-gemuk. Memperhatikan chiw yang bulet ituh makan dengan alon-alon asal kelakon. Hmmm, kedepannya harus kurangi speed makan. Berikut screenshot kekacauan di meja kami:

kekacauan di meja kami!

kekacauan di meja kami!

…nge-mall itu menyenangkan atau membosankan?…

Iklan

Written by Johan Asa

29 September 2008 at 6:53 am

Download Secara Brutal

with 4 comments

Saya download dengan brutal pada weekend kali ini. Disela sela, tugas kuliah yang padat, pekerjaan yang kadang cukup menyita waktu dan tuntutan pemahaman lebih dalam terhadap literatur penunjang tugas akhir saya, saya masih sempatkan download mp3. Supaya tidak setres. Ya, hanya supaya tidak stress.

Sabtu dan Minggu ini saya lebih banyak stay di kampus. Tak lain untuk misi mengerjakan tugas, browsing dan reading literatur Tugas Akhir. Tepatnya di redaksi ITS Online tercinta saya ngendon selama lebih dari 24 jam. Berbuka dan sahur tentunya juga di redaksi. Mandi pun juga meski tetap sekali sehari 😛

Minggu malamnya, jenuh mulai menggelayut di kepala. Akibat ndak bisa memahami peraturan yang sedang saya baca membuat saya mencari sedikit kesenangan. Memutar mp3 favorit saya. Genre lagu kesukaan agak berbeda dengan rekan tim redaksi. Jadi saya harus toleransi saat memutar lagu di siang hari. Siang hari atau jam kerja saya harus memilih betul lagu lagu yang sedang populer dalam playlist jika ingin regreshing dengan musik. Itu kalau tidak mau diprotes. “Lagu apaan ini? aneh gak terkenal, bikin ngantuk ahh,” kata beberapa rekan.

Memang apa lagu favorit saya? Ya! saya senang segala jenis popjazz, indiepop dan lagu lagu grup indi yang namanya aneh tapi lagunya asik easy listening. Sebut saja beberapa nama grup dan penyanyi seperti Club8, Acid House Kings, Sondre Lerche, Bluetones, Peter Bjorn and John, Rufus Wainwright, The Clientele telah memikat telinga saya. Memang semuanya nama-nama yang sangat jarang ditemui ditoko-toko kaset. Beberapa mungkin udah bubar tidak produktif lagi. Tapi itulah asiknya semakin jarang yang dengar semakin sedap didengarkan. Serasa ekslusif. -hahahaha aneh- 😀

Nah, beberapa waktu sebagian lagu saya musnah karena komputer laboratorium tempat saya sebagian menyimpannya harus diinstall ulang OS-nya. Kenapa musnah? karena kedodolan saya yang nyimpen file lagu drive C. Lagu yang ilang terrmasuk lagu sondre lerche duet dengan Lillian Samdal yang berjudul modern nature. Itu lagu yang paling saya suka. Menurut saya duet vokalnya sexy. Dan liriknya menjadikan inspirasi untuk pedekate. *hakhakhak pengalaman pribadi!

Kehilangan file mp3 kesukaan. Itu yang membuat saya semakin bernafsu mengatasi jenuh pikiran dengan mendownload secara brutal. Tak tanggung-tanggung saya menggunakan setidaknya 5 PC untuk download. Ya! saya memang sarap, sakit! wekekeke. Puluhan lagu berhasil saya download. Ahh senangnya. Lagu lagu dari Sondre Lerche, Club8, Peter Bjorn&John, Acid house kings berhasil disedot dalam semalam.

Oiya disela kesibukan mendownload. Saya memasang status di yahoo Mesenger *untuk pamer* dengan bunyi “download mp3 sondre, club8, ivy…” Dan siapa sangka ada teman di YM yang juga pedagang celana jeans di kaskus ternyata juga suka dengan lagu-lagu Sondre Lerche. Dia pun meminta saya untuk mengirim koleksi sondre saya. Saya menurutinya dengan harapan kedepan saya bisa dapat kortingan beli jeans dari dia. hahahaa. Oke Bung Chossey Harris?  😉

Yah. Mungkin hari-hari kedepan saya akan terhibur dengan playlist baru saya ini.

Untuk teman-teman ITS, sebagian file mp3 sondre lerche, club8, peter bjorn sudah saya share di share-share-an \\xx.xxx.50.50\musik. Kategori upload. Monggo dinikmati. 😆

Sebagian besar lagu saya dapat di: http://beemp3.com/

Written by Johan Asa

22 September 2008 at 2:55 am

Ditulis dalam hobby, intermezzo

Bahaya Beban Dosa Berlebih Pada Jembatan

with 9 comments

Weits. Judul ini bukan mentang-mentang saya ambil jurusan Teknik Sipilis. Dan juga bukan mau sombong saya ambil judul tugas akhir perencanaan struktur jembatan kereta api. Posting ini sukses terselenggara karena saya baru berpulang dari ngopi barengs (ngobar) bareng dua kawan. Hohoho kami bertiga ngobar di jembatan Merr (Medokan Ring Road) II C, Surabaya. Untuk diketahui jembatan Merr kalau malam, pedestriannya berubah jadi tempat nongkrong muda mudi.

Sebenarnya tadi bukan yang pertama kali saya cangkruk (nongkrong, red) disitu. Tadi itu ketiga kalinya. Pertama, dulu banget pas awal awalnya jembatan itu sukses direhab jadi lokalisasi para pecinta cangkruk surabaya. Kunjungan kedua dua semester yang lalu. Dan dari kedua kunjungan itu yang paling membekas adalah saya selalu pulang dengan masuk angin!

Nah, kali ini sebenarnya saya juga malas menerima ajakan rekan saya. Ya karena cangkruk disana bikin selalu bikin paginya mesti mencret-mencret, atau paling gak ya kentut-kentut. Tapi karena rindu ngobar akhirnya saya ikut. Untunglah Ifan dan REza rekan saya yang datang duluan mendapatkan tempat di tepi jembatan. FYI, kalau ditengah bentang anginnya agak kenceng. Itulah yang bikin kita bisa mules.

Makanan dan minuman disana menurut saya biasa, dibilang enak ya enggak, dibilang gak enak ya kasihan. Untuk harga lebih mahal dari warung kopi dekat kampus, tapi lebih murah dari Excelso dan starbucks. 😛 Jujur saya gak nangkep kesenangan suasana nongkrong disana. Selama disana saya cuman dapat kesenangan bahan obrolan teman ngopi. Tapi herannya, banyak juga muda mudi yang nongkrong disana. Singkat kata menurut saya tempatnya gak asyik. 😦

Jembatan Merr II C saat ini memang masih jembatan prematur. Karena terganjal pembebasan lahan dan masalah ini itu yang pelik makanya jembatan yang seharusnya merupakan bagian dari program pengembangan Surabaya timur ini belum selesai sempurna. Jembatan yang awalnya akan berfungsi mengatasi kemacetan dan menjadi jalur singkat penghubung antara Jalan A R Hakim – Semampir – Rungkut seakan hanya menjadi pengganti jembatan belly sebelumnya (treteg ijo) yang menghubungkan Kedung Baruk dan Semampir. Malahan macet masih sering terjadi di Semampir Semolowaru. Benar-benar prematur.

Karena prematur itu, akhirnya sebagian oknum melihat celah memanfaatan ruang jembatan. Pada malam hari mereka menggunakan pedestrian sebagai sarana jualan kaki lima. Pedestrian jembatan disulap jadi warung lesehan. Parahnya, masyarakat ternyata suka akan sensasi ngopi diatas jembatan. Jadilah hubungan baik supply and demand terbentuk. Jadilah Merr II C tempat ngobar dan one stop entertainment. -selama saya dan kawan-kawan duduk 2 jam disana, ada paling tidak 10 kali pengamen datang dan 5 kali gerobak keripik yang sama melintas-

Sebagai calon engineer sipil yang budiman saya sangat berduka dengan keadaan Jembatan Merr II C saat ini dan mengutuk keras oknum (baik pemerintah kota, pedagang, pembeli dan pengamen). Setau saya dalam perencanaan jembatan gak ada yang namanya diperhitungkan beban muda-mudi nongkrong, beban gerobak dan beban motor parkir sepanjang dua sisi pinggir jalan jembatan. Memang pasti beban yang timbul akan lebih kecil dari beban yang direncanakan, secara melihat fungsi sebenarnya dari jembatan ini. Tapi tetap saja tidak benar jika pedestrian disulap menjadi tempat lesehan dan pengamen wira-wiri sepuluh kali!. Belum lagi beban dosa sejoli yang pacaran mesra hingga tengah malam.

Ahh, Ada begini kan karena ada demand ada supply. Saat ini memang minim tempat hiburan yang merakyat. Gak salah kalau masyarakat mencari sensasi baru nongkrong – ngobrol – ngopi – pulang – masuk angin – mencret. Tapi mungkin perlu dimasukkan dalam peraturan perencanaan jembatan yang baru, beban tambahan pada jembatan juga meliputi beban warung lesehan pedestrian, beban parkir motor dan beban dosa pasangan mesum.

Malam tadi, saya pakai jaket dan kaos dobel. Saya minum kopi susu dan makan indomi rebus, semua habis Rp. 6000. Semoga paginya tidak kentut-kentut. 😎

Sudah tak mau lagi diajak nongkrong disana. Cukup tiga kali. 😀

foto diambil dari: http://actadigital.blogspot.com/

Written by Johan Asa

18 September 2008 at 3:00 am

Ditulis dalam Uncategorized

Rakyat Masih Miskin

with 2 comments

Ini tentang insiden zakat Pasuruan yang terjadi Senin (15/9) lalu.

Haji Saikon, pengusaha yang dermawan mungkin tidak pernah terpikirkan sekalipun akan ada duka dalam kegiatan sosial yang diadakannya. Mungkin malam harinya ia membayangkan wajah senang dan gembira dari warga sekitar yang menerima paket zakat darinya.

Tak lebih dari 40 ribu rupiah memang isi paket itu, tapi saya yakin warga memang sangat berharap paket itu.

Dan malam harinya, mungkin 21 orang ibu-ibu yang naas itu juga membayangkan esoknya mereka akan bergembira dengan anaknya karena mendapat paket zakat. Lumayan untuk menyambung hidup.

Rakyat masih miskin. Saling gencet mungkin lumrah, karena perut lapar. Saling injak mungkin biasa, demi paket yang tak lebih dari 40ribu rupiah yang bagi mereka permata.

tergencet

tergencet

aku mau membaca lanjutannya!

Written by Johan Asa

17 September 2008 at 12:20 am

Ditulis dalam ceracau

Asasino Hari Ini: Lima Kebahagiaan

with 4 comments

Hari ini saya cukup bahagia. 😦 ahahahaha 😀 *kebahagiaan yang gak jelas

Pertama yang membuat bahagia, hari ini adalah Senin dan saya semakin mengerti bahwa selama seminggu lalu progress Tugas Akhir saya jalan ditempat dan nyaris tiarap. Padahal setiap hari saya ketemu dosen pembimbing saya di lab. ya Tuhan. 😕

Kedua, hari ini masih Senin, minggu ini tugas-tugas melimpah ruah menunggu untuk dipanen bapak ibu dosen. Sementara saya sebagai buruh tani mahasiswa mengerjakan semuanya terseok seok. omaigat. 😥

Ketiga, masih di hari Senin ini, saya dapat kabar dari redaktur pelaksana saya per telepon, mbak Indah namanya, katanya percetakan majalah tiba-tiba menelpon minta bahan cetak segera dikirim hari ini klo tidak mereka gak janji bisa selesai tepat waktu. *percetakan macam apa ini, ganti jadwal mendadak! bego! 😦 Sedangkan naskah dari tim saya belum masuk semua! oh iya ini terkait majalah ITSPoint edisi wisuda oktober. sebenarnya cetak ulang dari edisi bulan lalu tapi ada tambahan iklan baru dan tambahan dua halaman baru liputan sosok mahasiswa cumlaude. ohohoho

Keempat, di Senin yang Indah ini masih dapat kabar dari mbak Indah via YM, katanya rektor punya ide brilian untuk merangsang semangat para professor untuk melakukan penelitian. ITS dapat dana 2 trilyun atau Milyar *pokoknya dapet banyak. dananya untuk penelitian. Kata rektor cara merangsang keaktifan profesor meneliti adalah dengan membuat tulisan terkini tentang penelitian professor di ITS. Jadi professor saling berlomba meneliti. Untuk diketahui ada 73 profesor di ITS, dan rektor minta 2 pemberitaan ttg itu tiap minggu untuk ditampilkan di website. Dan itu artinya, tim saya harus kerja kerja lebih keras. 🙄

Kelima, hari ini, saya gak ada kerjaan di lab, proyek lagi sepi. Cuma pagi tadi diminta prof Raka betulin soal untuk quiz mata kuliahnya. Setelah itu ngangur, tapi saya tetep gak bisa cabut, saya jagain anak kepala lab saya, Dr Endah. Dia sedang mengajar. Anaknya lucu, Farros namanya. Anak laki-laki masih usia anak SD kelas 1. Wew tapi yang bikin saya suka, dia anak yang cerdas. Hahaha secara anaknya dosen, trah unggulan. 😛 dan juga Farros pernah tinggal di England nemenin ibunya ambil doktor. Sejauh pengalaman saya, anak yag pernah tinggal di luar negeri saat kecil cenderung aktif dan cerdas. Sampai siang saya bermain dengan Farros sambil mengerjakan tugas kuliah. 😀

Sekian asasino hari ini. Semoga dapat saya ambil hikmahnya.

Written by Johan Asa

15 September 2008 at 3:48 pm

Ditulis dalam go-blog, piece of me

Waktu Saya Singkat

with 3 comments

Hehehe, ini bukan mau kejar tayang posting. Tapi mumpung saya masih melek dan segar bugar di redaksi dan lagi masih ada semangat menulis sambil menunggu waktu turun gunung beli sahur *sebelumnya udah ketiduran pulas diredaksi dari jam 8 malam sampek jam 12*

Waktu saya singkat kawan, makanya lebih baik saya buat cepat straight to the point. Ini terkait cita-cita saya yang melegenda, enjiner sejati tanpa ampun. Seorang dosen saya berkata didepan kelas tentang mimpi dan cita-cita, katanya jika setiap saat kita memikirkan apa yang kita cita-citakan dan diimbangi dengan semangat untuk berbuat, maka cita-cita itu bukanlah hal mustahil. hehehe 😀 sang dosen berkata sambil diselingi cerita yang seakan akan saya buat mirip dengan kisah hidup saya, kuliah lama-sambil kerja-punya impian. 😀

Terhubung dengan waktu, kemarin saat bukbar 6ers 2002 saya mendapati saya salah seorang yang belum lulus kuliah. 😦 hehehe tapi saya tetap bersyukur dengan jalan hidup saya ini. Trims ya Allah. Maka dari itu, sebagai wujud syukur saya, saya akan lebih bersemangat *teknikmemotivasidirilewatblogsendiri*. Waktu saya singkat, hingga Desember nanti kesempatan ngejar tugas akhir saya. Sekarang masih 0,… (nol koma sekian) prosen. hahahaha. Dan sekarang waktu saya singkat juga, belum beli sahur. 😛

Written by Johan Asa

15 September 2008 at 3:14 am

Ditulis dalam Uncategorized

Buka Puasa Bareng sixers’02

with 8 comments

ruame

ruame

Memang gak ada yang percuma jika diawali dari niatan mulia. Bisa dibilang semua berawal dari chatting kemudian tebesit untuk menyambung tali silaturahmi antara rekans seangkatan di SMA 6 dulu. Teman-teman sekalian kita patut bersyukur dengan teknologi yang mengawali kisah silaturahmi kita ini, tapi lebih patut kita bersyukur pada Allah SWT karena dengan ridhonya kita bisa berkumpul kembali. baca terus

Written by Johan Asa

15 September 2008 at 2:57 am

Ditulis dalam prensip