Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Menikmati Hidup

with 4 comments

Manusia mempunyai nafsu berikut akal. Nafsu ingin terpuaskan dan akal yang selalu bergeliat untuk mengantar seseorang mencapai titik puas. Kepuasan memang tidak ada habisnya. Satu kepuasan tercapai menyusul kemudian akal pikiran seakan berlomba meng-create target lain untuk dipenuhi. Nafsu memang gak ada habisnya.

Menikmati hidup saya pikir identik dengan pemuasan terhadap kebutuhan manusia. Saya pikir juga cara menikmati hidup tiap orang berbeda-beda. Apa yang seseorang lakukan dan itu dia anggap membawa pleasure padanya belum berarti membawa kesenangan juga bagi orang lain. Intinya pikir saya menikmati hidup adalah kombinasi antara nafsu seseorang dengan akal seseorang. Pribadi satu dengan lainnya berbeda cara menikmati hidup. Manusia sering kali merasakan kenikmatan hidup saat diwaktu senggangnya. Menjalankan hobinya atau menyalurkan nafsunya hingga terpuaskan.

Ada seorang kawan yang merasa sangat menikmati hidup saat melihat kesebelasan favoritnya berlaga secara langsung di stadion. Lalu, ada seorang kawan lagi yang merasa hidupnya menjadi enjoy saat dia berada dibalik layar monitor komputer yang memainkan game multiplayer. Adapula seorang juru parkir yang merasa hidup dan berbinar saat berurusan dengan pancing memancing. Saya sendiri, merasa hidup saat bisa menikmati indahnya dunia yang jauh dari segala kesibukan saya seperti duduk manis bersama sahabat  sambil menyantap kambing oven dan minum jus buah. hahahaha

Menginjak hari ke 15 berpuasa ini, saya jadi tersadar kembali. *respon saya lambat ya. hahaha* Kenikmatan hidup bukan hanya saat kita ada di waktu luang. Nikmatnya hidup bisa kita rasakan disetiap detik. Bernapas, mendengar, merasa, berpikir, semua dan semua karunia-Nya adalah nikmat hidup. Saya berpikir, nampaknya akal kita  telah dibutakan oleh nafsu. Selalu manafsirkan kenikmatan dalam tataran kepuasan pribadi.  Padahal nikmat yang sesungguhnya kita dapatkan setiap detiknya. Sudahkah kita bersyukur?

Maka dari itu, jika ada ajakan lagi dari kawan untuk menikmati hidup *saya sering terlihat gak bisa  menikmati hidup ya rek?*,  saya akan menolak dengan halus.  Akan saya bilang begini, “maaf setiap detik saya berusaha menikmati hidup tapi kalau ada makanan enak saya ikut dong.”🙂

Written by Johan Asa

15 September 2008 pada 1:44 am

Ditulis dalam ceracau, opini, piece of me

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Karena persepsi orang tentang kenikmatan itu berbeda-beda. Tapi, selama kita maish bisa bersyukur atas nikmatNya, kita akan selalu bisa menikmati detik-detik kehidupanNya🙂

    nb : aku di-link yah di blogroll🙂

    OutOfTheMind

    15 September 2008 at 7:01 am

  2. The pont is to grateful what you’ve got

    Wina Dahlan

    15 September 2008 at 11:33 am

  3. @outofthemind
    rere yang gemar menulis puisi udah di link.

    @wina
    yup bener bang, eh sis.😛

    Johan Asa

    17 September 2008 at 11:49 am

  4. well…

    seperti yang pernah aku bilang sebelumnya, cara menikmati hidup tiap orang itu beda beda. Mungkin, tidak menikmati hidup itu adalah caramu menikmati hidupmu…

    chiw

    17 September 2008 at 11:39 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: