Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Rakyat Masih Miskin

with 2 comments

Ini tentang insiden zakat Pasuruan yang terjadi Senin (15/9) lalu.

Haji Saikon, pengusaha yang dermawan mungkin tidak pernah terpikirkan sekalipun akan ada duka dalam kegiatan sosial yang diadakannya. Mungkin malam harinya ia membayangkan wajah senang dan gembira dari warga sekitar yang menerima paket zakat darinya.

Tak lebih dari 40 ribu rupiah memang isi paket itu, tapi saya yakin warga memang sangat berharap paket itu.

Dan malam harinya, mungkin 21 orang ibu-ibu yang naas itu juga membayangkan esoknya mereka akan bergembira dengan anaknya karena mendapat paket zakat. Lumayan untuk menyambung hidup.

Rakyat masih miskin. Saling gencet mungkin lumrah, karena perut lapar. Saling injak mungkin biasa, demi paket yang tak lebih dari 40ribu rupiah yang bagi mereka permata.

tergencet

tergencet

=====
Malam lalu, saya kuliah seperti biasa. Ir Ketut Dunia PD Eng dosennya waktu itu. Pak Ketut dosen pembimbing Tugas Akhir saya juga. Saya masuk kelas bersamaan dengan dosen saya itu masuk kelas. Teman yang lain belum datang. Saya rajin yah. *halah

Sambil memberi map daftar absen ke saya, Pak Ketut memulai pembicaraan dengan saya. “Johan, sudah dengar berita insiden pembagian zakat di pasuruan?” katanya.

“oh, iya pak. Puluhan ya pak yang meninggal,” kata saya nimpali.

“21 orang. bagaimana itu. Padahal nilainya juga tidak besar. Mungkin tidak sampai 30ribu,” katanya penuh heran sambil menghapus sedikit sisa tulisan kuliah sebelumnya di papan.

Kuliah pun dimulai.

Sambil menyimak runutan penyelesaian soal struktur beton prategang balok I sederhana yang dipaparkan Pak Ketut saya berpikir mengapa bisa. Apakah kegiatan sosial itu kurang terkonsep matang. Apakah aksi sosial itu ada yang mericuh sebagai provokator, hingga kacau suasana.

======

Berita tragis dengan korban meninggal selalu bisa jadi langganan headline surat kabar. Seperti tragedi pasuruan ini. Koran harian yang saya baca pagi tadi juga menjadikannya headline.

Tidak hanya media nasional, saat saya cek email milist alumni ITS, ternyata ada info gulfnews.com media luar negeri juga melakukan running pemberitaan atas tragedi ini. Tak tanggung-tanggung, fotonya ekslusif membuat miris pembaca. Ahh berita jelek memang cepat menyebar. Duh, Indonesiaku.

======

Mungkin suatu saat saya bisa juga tergencet diantara kerumunan seperti itu. Karena saya yang juga rakyat masih miskin.

Tapi tetap saja. Dermawan dilarang kapok karena Rakyat masih banyak yang miskin.

Dicari badan amil zakat EO yang mampu mengatur rakyat lapar dan beringas.

*foto diambil dari gulfnews.com

Written by Johan Asa

17 September 2008 pada 12:20 am

Ditulis dalam ceracau

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ahh……. impian saya, kita bisa melakukan something buat mereka… agar mereka tidak terlalu tegantung pada bantuan orang lain dan lebih bisa mandiri….. *hope so*

    OutOfTheMind

    17 September 2008 at 7:39 am

  2. euforia sesaat aja, maksud hati pengen bagi2 rejeki tapi mbok ya dipikirin proses pembagian yang rapi. seharusnya dibentuk panitia & pengawas tuh.

    Wina Dahlan

    23 September 2008 at 2:15 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: