Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Bahaya Beban Dosa Berlebih Pada Jembatan

with 9 comments

Weits. Judul ini bukan mentang-mentang saya ambil jurusan Teknik Sipilis. Dan juga bukan mau sombong saya ambil judul tugas akhir perencanaan struktur jembatan kereta api. Posting ini sukses terselenggara karena saya baru berpulang dari ngopi barengs (ngobar) bareng dua kawan. Hohoho kami bertiga ngobar di jembatan Merr (Medokan Ring Road) II C, Surabaya. Untuk diketahui jembatan Merr kalau malam, pedestriannya berubah jadi tempat nongkrong muda mudi.

Sebenarnya tadi bukan yang pertama kali saya cangkruk (nongkrong, red) disitu. Tadi itu ketiga kalinya. Pertama, dulu banget pas awal awalnya jembatan itu sukses direhab jadi lokalisasi para pecinta cangkruk surabaya. Kunjungan kedua dua semester yang lalu. Dan dari kedua kunjungan itu yang paling membekas adalah saya selalu pulang dengan masuk angin!

Nah, kali ini sebenarnya saya juga malas menerima ajakan rekan saya. Ya karena cangkruk disana bikin selalu bikin paginya mesti mencret-mencret, atau paling gak ya kentut-kentut. Tapi karena rindu ngobar akhirnya saya ikut. Untunglah Ifan dan REza rekan saya yang datang duluan mendapatkan tempat di tepi jembatan. FYI, kalau ditengah bentang anginnya agak kenceng. Itulah yang bikin kita bisa mules.

Makanan dan minuman disana menurut saya biasa, dibilang enak ya enggak, dibilang gak enak ya kasihan. Untuk harga lebih mahal dari warung kopi dekat kampus, tapi lebih murah dari Excelso dan starbucks.πŸ˜› Jujur saya gak nangkep kesenangan suasana nongkrong disana. Selama disana saya cuman dapat kesenangan bahan obrolan teman ngopi. Tapi herannya, banyak juga muda mudi yang nongkrong disana. Singkat kata menurut saya tempatnya gak asyik.😦

Jembatan Merr II C saat ini memang masih jembatan prematur. Karena terganjal pembebasan lahan dan masalah ini itu yang pelik makanya jembatan yang seharusnya merupakan bagian dari program pengembangan Surabaya timur ini belum selesai sempurna. Jembatan yang awalnya akan berfungsi mengatasi kemacetan dan menjadi jalur singkat penghubung antara Jalan A R Hakim – Semampir – Rungkut seakan hanya menjadi pengganti jembatan belly sebelumnya (treteg ijo) yang menghubungkan Kedung Baruk dan Semampir. Malahan macet masih sering terjadi di Semampir Semolowaru. Benar-benar prematur.

Karena prematur itu, akhirnya sebagian oknum melihat celah memanfaatan ruang jembatan. Pada malam hari mereka menggunakan pedestrian sebagai sarana jualan kaki lima. Pedestrian jembatan disulap jadi warung lesehan. Parahnya, masyarakat ternyata suka akan sensasi ngopi diatas jembatan. Jadilah hubungan baik supply and demand terbentuk. Jadilah Merr II C tempat ngobar dan one stop entertainment. -selama saya dan kawan-kawan duduk 2 jam disana, ada paling tidak 10 kali pengamen datang dan 5 kali gerobak keripik yang sama melintas-

Sebagai calon engineer sipil yang budiman saya sangat berduka dengan keadaan Jembatan Merr II C saat ini dan mengutuk keras oknum (baik pemerintah kota, pedagang, pembeli dan pengamen). Setau saya dalam perencanaan jembatan gak ada yang namanya diperhitungkan beban muda-mudi nongkrong, beban gerobak dan beban motor parkir sepanjang dua sisi pinggir jalan jembatan. Memang pasti beban yang timbul akan lebih kecil dari beban yang direncanakan, secara melihat fungsi sebenarnya dari jembatan ini. Tapi tetap saja tidak benar jika pedestrian disulap menjadi tempat lesehan dan pengamen wira-wiri sepuluh kali!. Belum lagi beban dosa sejoli yang pacaran mesra hingga tengah malam.

Ahh, Ada begini kan karena ada demand ada supply. Saat ini memang minim tempat hiburan yang merakyat. Gak salah kalau masyarakat mencari sensasi baru nongkrong – ngobrol – ngopi – pulang – masuk angin – mencret. Tapi mungkin perlu dimasukkan dalam peraturan perencanaan jembatan yang baru, beban tambahan pada jembatan juga meliputi beban warung lesehan pedestrian, beban parkir motor dan beban dosa pasangan mesum.

Malam tadi, saya pakai jaket dan kaos dobel. Saya minum kopi susu dan makan indomi rebus, semua habis Rp. 6000. Semoga paginya tidak kentut-kentut.😎

Sudah tak mau lagi diajak nongkrong disana. Cukup tiga kali.πŸ˜€

foto diambil dari: http://actadigital.blogspot.com/

Written by Johan Asa

18 September 2008 pada 3:00 am

Ditulis dalam Uncategorized

9 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Udah kentut2 belum? hehehehe
    kalo aku bis kena kopi yang lumayan keras, pasti mules”πŸ™‚

    OutOfTheMind

    18 September 2008 at 8:35 am

  2. mas jo pinter nulis yaπŸ˜€

    postingannya lucu-lucuu..hehe..

    tyzha

    20 September 2008 at 2:34 pm

  3. @outofthemind
    udah. hakhakhak.. saya justru mules klo kena kopi macam nesca*e

    @tyzha
    kan ikut ikutan kamu.

    Johan Asa

    22 September 2008 at 3:44 pm

  4. akeh wong pacaran ga nang kono?

    Wina Dahlan

    23 September 2008 at 2:13 am

  5. “Malam tadi, saya pakai jaket dan kaos dobel. Saya minum kopi susu dan makan indomi rebus, semua habis Rp. 6000. Semoga paginya tidak kentut-kentut”
    REFERS to :

    mungkin karena ngluarin duit Rp 6000 jd mules.., coba kl gratis kenyang tu perut…

    kekekek

    ndronx

    24 September 2008 at 12:59 am

  6. sayangnya, tempat itu membawa sejuta kenangan bagi saya…

    dan sayangnya lagi, saya suka nongkrong disana…

    chiw

    26 September 2008 at 12:06 am

  7. @wina
    akeh win, salah satunya yang komen diatasku ini.

    @ndronx
    ndak juga bro. Bener2 gampang masuk angin.😦

    @chiw
    ahh saya tau kenanganmu. kamu salah satu oknumnya.

    Johan Asa

    29 September 2008 at 7:09 am

  8. sama seperti chiw, cangkruk disana membawa sejuta kenangan indah dengan mas muj.. hihihihi

    fitri

    7 November 2008 at 2:16 am

  9. sama seperti chiw, cangkruk disana membawa sejuta kenangan indah dengannya.. hihihihi

    fitri

    7 November 2008 at 2:17 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: