Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Belut, Bookstore dan Tur Tiga Mall

with 3 comments

Wah weekend kali ini saya benar benar merasakan indahnya dunia Surabaya. Ternyata Surabaya tak sesempit laboratorium dan kantor redaksi. Ya! saya banyak meluangkan waktu.

Mulai dari Jumat malam. Ada yang bilang Jumat malam adalah awal dari kesenangan ber-weekend kami para mahasiswa. Jumat malam artinya akhir dari perkuliahan tiap minggu dan waktunya melepas penat. Jumat kemarin juga adalah hari terakhir perkuliahan sebelum libur lebaran. Bayangkan betapa senangnya mahasiswa seperti saya pada waktu itu. *berlebihanπŸ˜›

Melihat sekeliling, Jumat malam kemarin memang bisa dikatakan awalan yang sempurna menghadapi libur panjang. Jumat malam kemarin, no asistensi tugas (dosennya badminton) dan no kuliah (mungkin dosennya rebutan diskon di Matahari). What a perfect day. Beberapa kawan terlihat memiliki rencana masing-masing. Mulai dari bakar ayam bersama di kosan sebagai perayaan sebelum pulang kampung, bargaining dengan pacar menentukan mall mana yang dituju beli baju baru sampai ada yang dengan senangnya menghadapi Jumat malam ini dengan duduk manis di depan PC browsing materi tugas akhir. kekekek. Ya apapun yang mereka lakukan, intinya mereka bahagia karena libur panjang.😎

Saya juga tak mau ketinggalan. Sorenya saya sudah berencana untuk pergi makan belut. Sudah lama gak makan belut goreng sambal terasi. Sudah lama, kangen sekalih! Tidak mau sendirian, kali ini yang beruntung menemani saya makan adalah nduk chiw, seorang blogger yang saya masih tidak yakin dia mahasiswa, karena tak gemar kuliyah. Dan lebih tak yakin lagi kalau dia itu cewek. Warung belut yang kita tuju adalah Spesial Belut Surabaya (SBS) cabang Mulyosari karena dekat kampus.

Akhirnya Jumat malam itu menyudahi kerinduan saya terhadap dia yang berwujud belut. Seporsi menu Belut Elek Goreng lengkap dengan dua piring nasi dan es temulawak masuk ke perut saya di malam penuh suka itu. Sedangkan chiw memilih belut saus inggris sebagai teman nasinya. Oiya menu belut elek goreng adalah menu spesial dari warung ini. Belut digoreng lalu disajikan diatas wadah penuh sambal terasi dan ekstra potongan bawang. Kenapa disebut elek? karena memang tampilannya jelek. Tapi yakinlah itu resep tahasia mereka, belut terasa sangat maknyus dengan sambal itu.😳

FYI, saat berbuka sebelumnya padahal saya sudah memakan lele penyet. Tapi hal itu gak mengurangi nafsu makan saya, 2 piring nasi pin habis oleh saya. Oh iya dan taukah anda jika Lele diyakini beberapa orang bodoh seperti Chiw merupakan Ibu dari Belut? Lah bapaknya belut bernama Ular, saat itu Lele dan ular terlibat asmara dan lahirlah Belut. Jadi bisa dibilang -jika menuruti legenda aneh itu- di perut saya malam itu ada reuni keluarga antara ibu dan anak. hahaha

Selain kepuasan dengan Belut-belut enak itu, malam itu saya juga dapat mengambil suatu pelajaran. Cara makan saya yang cepat mungkin salah satu penyebab saya gak bisa gemuk-gemuk. Memperhatikan chiw yang bulet ituh makan dengan alon-alon asal kelakon. Hmmm, kedepannya harus kurangi speed makan. Berikut screenshot kekacauan di meja kami:

kekacauan di meja kami!

kekacauan di meja kami!


Bookstore
Sabtu sorenya, setelah dari redaksi. Seorang cewek yang baik hati dan suka membuat puisi mengajak saya untuk jalan ke Tunjungan Plaza. wew, entah sudah berapa lama saya tidak merasakan dinginnya air conditioner bercampur bau parfum pengunjung dan aroma fastfood Tunjungan Plaza. Dengan sukacita saya menerima ajakan Rere. Jalanlah saya dan rere di Mall dengan tujuan Bookstore.

Dari jalan-jalan sore yang singkat itu, terkuak juga kalau saya ini partner jalan yang menyebalkan. Gaya berjalan cepat selalu lekat dengan saya. Terlihat gak menikmati jalan di mall kata Rere.😦 Dan itu juga saya ambil hikmahnya sebagai salah dua penyebab saya gak gemuk-gemuk. Secara teori, berjalan cepat dapat membakar kalori lebih banyak dari pada main PS atau main mata. Jadi makanan yang saya telan dengan cepat akan cepat pula terbakar habis menjadi energi untuk saya jalan. Sehingga sangat sedikit lemak dari makanan yang bisa ditimbun sel-sel tubuh saya. *analisa kesehatan saya hebat, seharusnya saya masuk kedokteran saja.

Di Gramedia Bookstore TP, saya cukup puas mengobati kekangenan saya dengan toko buku. Sore itu saya sempatkan menimang dan membelai banyak buku. *gak dibaca toh mas?*😯 Sore itu saya gak beli, karena memang gak berencana beli buku. Cuma melihat-lihat buku baru dan best seller saja. Dan membaca sekilas satu dua Novel. Sore itu saya tidak menemukan kumpulan cerpen dan lagu Dewi Lestari yang berjudul Recto Verso, ternyata memang bener dijual online saja.

Tur Tiga Mall
Ternyata ada kalanya kebiasaan jalan cepat menjadi poin positif yang membantu prestasi shopping anda. *halah* Meski saya bukan termasuk shopperholic dan golongan pemuda dandy yang menjadikan mall sebagai rumah kedua, saya masih termasuk teman belanja yang baik dengan gaya belanja cepat.

Sabtu malam, saya kembali ke Tunjungan Plaza (tur mall pertama). Kali ini bersama Iffan, yang sering dikait-kaitkan oleh dosen yang gaul ini sebagai pasangan homo saya. Ya, si Ipan memang sahabat saya, sejak kuliyah di D3 Teknik Sipil. Kita begitu dekat. curhat masalah pacar, keluarga, mimpi sampai masalah kejantanan biasa kita lakukan.πŸ˜•

Tujuan ke TP kali ini bagi saya adalah membeli sepasang sandal. Kaki ini sudah lama selalu berbalut sepatu butut kalau kemana-mana. Ya, memang sandal saya jebol sejak lama dan belum tergantikan. Sedangkan Ipan juga mempunyai tujuan membeli baju lebaran. Saya sukses memperkenalkan celana kain favorit saya merk stanley adams regular fit tipe kepada Iffan. Dia sangat puas sekali membeli celana itu. Memang celana itu celana yang enak, adem bener kalau dipakai dan harganya gak bikin kantong bolong.πŸ˜€

Setalah bersama Iffan ke TP. Minggu, saya didapuk mama tercinta untuk menemani adik saya yang dudul membeli sepatu. Kali ini ke Delta Plaza (Tur Mall kedua). Setelah shalat magrib dan berbuka di kampus ITS, saya dan adik saya menuju Delta. Kami mengawali dengan berbuka puasa dulu di A&W Delta hanya karena sebelumnya terpengaruh mbak Marta jurnalis Surya di cheting, katanya A&W itu fastfood favoritnya.

Sengaja mengambil waktu membeli sepatu setelah berbuka, karena anggapan setelah berbuka orang masih memikirkan perutnya belum memikirkan kakinya. Singkat kata, mall belumlah ramai berjejal. Setelah mendapatkan sepatu di Athlete’s Foot segeralah kamu meluncur pulang.

Sampai dirumah, tugas lainnya menunggu. Membeli sirup idaman bapak berikut sandal barunya. Hehehe ya Bapak saya sandalnya juga sudah lama dan tren terbaru bapak saya sedang ngidam sirup merah. Jadilah saya bersama mbak saya satu satunya ini menunaikan misi mulia dari mama. Karena misinya berkaitan tapi agak aneh, Sandal dan Sirup merah, maka saya lajukan motor honda edisi pak pos saya menuju mall Cito (Tur Mall ketiga). Karena seingat saya pas melintas dibundaran waru Cito ada papan nama matahari dan hypermarket. Sandal di Matahari, Sirup merah di Hypermarket.

Tak lama di Cito, berkat belanja cepat ala saya, dua misi terlaksanakan dengan baik. Kakak saya yang memang perempuan itu berusaha mengikuti gaya jalan saya dengan baik, meski tersengal. Ya itulah akhir dari Tur Tiga Mall. Apa saya sudah bisa menyandang predikat anak Mall?

Weekend kali ini bertema shopping dan kuliner. Tapi sayang karena weekend itu, sampai saat ini saya masih juga belum nonton film Laskar Pelangi karena dimana-mana penuh. Ada yang mau mengajak saya nonton LP?πŸ™„

Written by Johan Asa

29 September 2008 pada 6:53 am

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. untuk bukstor:
    iyo jo, tyas uda punya tu buku+CDnya, tapi pancen tukune onlen…
    *baca: pesen lewat situse, bayar lewat ATM, trus dikirim de buku+CDnya…

    torret

    30 September 2008 at 11:35 am

  2. * euwwwwwww belut??!! aaaarghhhh

    * wesssss rupanya kau suka jalan ama rifqa yahπŸ˜‰

    * wiken pulkam aku juga ngemal trus ben dino. emang bener kata orang kalo akhir ramadhan masjid sepi tapi mall tambah ruame *sumpek+stres*

    * biyen diajak nobar karo anton, koen ga gelem seh!!

    Wina Dahlan

    30 September 2008 at 6:19 pm

  3. @torret
    iyah.. tapi lg gak ada anggaran buat beli.😦

    @wina
    * belut kusuka.
    * baru juga sekali jalan.
    * itu biasa. karena sale dimana manah.
    * kan gak bisa karena beluts.. belut kusuka!

    Johan Asa

    4 Oktober 2008 at 7:45 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: