Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Archive for Oktober 2008

Keluarga Kedua, [hopefully] Para Calon Engineer Multi Talent

with 14 comments

Oke, marilah kali ini saya memperkenalkan keluarga kedua saya. Setelah sesi lebaran lalu saya kenalkan kericuhan di keluarga pertama saya yang tak lain keluarga kandung saya. Keluarga kedua saya ada di kampus. Keluarga kedua saya adalah redaksi ITS Online yang bermarkas di lantai 6 Perpustakaan ITS.

Oke-oke mari langsung saya kenalin satu satu kode jurnalis kami,

ki-ka (atas:) st (junior reporter), nrf (junior reporter), tyz (junior reporter), az (junior reporter), asa (akuuu iki rek), han (kooordinator liputan)------ki-ka (bawah) : ap (redaktur), fn (junior reporter), mtb (senior reporter), yud (junior reporter), bah (junior reporter), fay (redaktur)"

Mungkin bagi yang membaca posting saya ini ada yang beranggapan, “Wuiik mas iki postingnya selalu lebay poll, narsis bin narji dkk.” Hehehe, ya memang. Biarin ahh memang kebelet nampilin foto. 😛 Oke lanjut saja. Begini, redaksi ITS Online udah seperti keluarga saya. Maklum, sudah terhitung empat tahun saya bergabung dengan ITS Online, semenjak kuliah di D3 sampai melanjutkan di S1. Mulai dari Junior Reporter sampai dengan wakil Pimpinan redaksi. Kru ITS Online udah kayak sodara. Tapi gak menutup kemungkinan ada yang incest ya rek. wekekekekekek. MARI DILANJOOTTTKEEN

Iklan

Written by Johan Asa

25 Oktober 2008 at 10:43 pm

Ditulis dalam journalism, prensip

Halal Bihalal Sixers 2002

with 3 comments

[WARNING : BERITA BASI] Lebaran.. lebaran.. lebaran.. mumpung masih bulan syawal. masih pada suka histeria sale maap maapan. maka posting ini masih berbau edisi halal bi halal. Ya, beberapa sixers 2002 [sebutan untuk alumni jelata sma 6 surabaya angkatan 2002] mengadakan halal bihalal Jumat (10/10) Tempatnya di Element cafe, Frans Bakery gubeng lt 2 itu.

Sebelumnya saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang tidak bisa hadir karena tidak tahu. Memang pengumuman adanya halal bihalal ini kemarin melalui posting di milis saja dan kesepakatan YM Conference beberapa rekan sixers2002. Saya sendiri cuma makmum dan tukang jepret yang gak janji bisa hadir tepat waktu saat itu karena derita kuliah. [usul rek, gimana kalo kita buat jalur sms berantai ttg agenda segala kegiatan kita]

Saya pribadi mensinyalir kurangnya peserta juga karena banyaknya teman-teman yang sudah menikmati arus balik dan tidak ada di kota surabaya tercinta ini. Teman-teman mungkin sudah kembali sibuk dengan segala aktifitasnya hingga lupa memantau milis. Untuk diketahui, Sixers2002 memang telah tersebar keberbagai belahan nusantara dan dunia.

Meskipun yang hadir bisa dibilang sedikit dan peserta bisa diitung dengan jari kaki dan tangan tapi acara tetap berlangsung meriah dan guyub. Dan tetap saja dibilang ini adalah acara halal bi halal sixers2002. hidup sixers2002!

Konsep acara mengalir gayeng saja. Tak ada aturan dresscode atau bahasan topik khusus. Sama seperti halal bihalal RT/RW hanya saja minus sambutan tetua dan ceramah ustad. Isi acara kita malam itu berkutat di: Salaman maap maapan – Ngobrol-Ngobrol sesama alumni – ngobrol sama waitress pesen makanan – makan-makan tetep sambil ngomong dan bergaya kalau dijepret – trus ngobrol ngobrol lagi – ketawa-ketiwi kekenyangan.

Hanya saja plus nya dalam halal bihalal ini dibanding halal bihalal kantor atau RT adalah totalanmburi. Apa yang kamu makan dan minum yoo bayaren dewe rekk. hahaha secara belum ada satupun dari kami yang jadi saudagar minyak. Karyawannya BP Migas sih ada tapi baru. *sambil lirik lirik rosyid. Tapi gak papa justru itu seninya, gayeng dan guyub.

okeh mari langsung saja kita pantau skrinsyut jepretan foto fotonya.

asyiknya rame rame

asyiknya rame rame

wuuuaaahhhhhh maaapin ane yakkk

wuuuaaahhhhhh maaapin ane yakkk

---------------

---------------

Written by Johan Asa

23 Oktober 2008 at 5:32 am

Ditulis dalam Uncategorized

Lebaran, Mudik dan Kue

with 5 comments

Tidak terasa liburan sudah akan berakhir. Sedih? jelas. Berarti mahasiswa semester gawat seperti saya ini harus kembali pada asistensi-asistensi yang rutin yang juga menyenangkan sekali. *teknik menghibur diri sendiri. Liburan ini saya tidak kemana-mana, tidak keluar kota surabaya ini. Hanya berkutat dalam kota. Ya, saya memang tidak punya kampung halaman. Tapi bukan berarti lalu saya tidak punya cerita. Kali ini saya mau cerita tentang lebaran versi asasino.

Idul Fitri, siapa umat muslim di dunia yang tak senang menyambutnya. Di Indonesia, terutama anak kecil dan pedagang pakaian sangat gembira menyambut lebaran. Bocah-bocah gembira puasa akan berakhir dan mereka mendapat angpau. Pedagang pakaian tak kalah sumringah karena trik penjualan bernama diskon akan sangat terbukti bermanfaat. Sedangkan orang dewasa yang bukan pedagang pakaian agaknya juga gembira tapi harus sedikit berpikir ekstra untuk mengatur pengeluarannya. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. -Ahh,pandangan asasino terlalu dangkal-

Bicara tentang lebaran, masyarakat negara ini akan akrab dengan istilah arus mudik, arus balik dan lonjakan penumpang. Mudik adalah suatu tradisi untuk melengkapi esensi lebaran, kembali ke fitri. Semua kasta di negara ini turut serta menjaga tradisi luar biasa ini. Mulai dari pengangguran, tukang jamu gendong, pegawai rendahan, pegawai tinggian, pegawai BUMN, PNS, pegawai swasta sampai saudagar minyak saat menjelang lebaran akan berpikir untuk kembali ke kampung halaman. Bertemu orang tua, keluarga kerabat dan sanak famili menjadi suatu kerinduan yang menepikan capeknya berdesakan di stasiun, kemacetan di jalan dan kocek yang terkuras karena harga tiket pesawat semakin tak masuk akal. Lebaran seakan menjadi tujuan utama setelah kerja keras setahun.

Meski saya bukan (belum) termasuk partisipan gerakan arus mudik dan arus balik, tapi secara pribadi saya memandang takjub tradisi ini. Mengesampingkan sisi pola hidup masyarakat yang mendadak superkonsumtif menjelang lebaran, bagi saya mudik merupakan parameter lebaran yang tetap asyik diikuti melalui beragam headline di surat kabar. Saya justru kuatir jika suatu saat menjelang lebaran pola diskon pedagang pakaian malah sukses diterapkan oleh jasa penyedia transportasi pengangkut mudik. Yang artinya mudik sudah bergeser trennya, sama tidak pentingnya dengan lebaran dengan baju baru. Sangat tidak seru, menurut saya, jika mudik tergantikan dengan fitur video call saja. 😦

Menonton iklan Telkom, saya sedikit lega. Operator telekomunikasi meski saling berlomba menciptakan tarif murah yang berslogan seperti “menghilangkan jarak, begitu dekat begitu nyata”, ternyata mereka tetap peduli juga dengan esensi lebaran. Lewat iklan telkom itu juga saya semakin yakin peran guru SD sangat nyata dalam menjaga tradisi lebaran. Tugas story telling seakan menjadi keharusan setelah lebaran. Salut buat guru SD! 😀

Keluarga saya juga berkumpul lebaran ini. Saling berkunjung ke rumah keluarga yang lain. Meski dalam kota, alhamdulillah tradisi saling berjabat tangan dari rumah saudara ke saudara yang lain tetap terjaga. Lalu, kakak kandung perempuan saya yang satu-satunya ini juga memperkuat suasana lebaran di keluarga dengan membuat sendiri beragam resep kue kering dan brownies kukus. Hahaha, sis, meski saya sering mencela kuemu bukan berarti saya tidak bangga denganmu. foto kue mu masuk blog sayah. hahaha 😎

tradisi sungkeman di keluarga saya setelah selesai sholat ied

tradisi sungkeman di keluarga saya setelah selesai sholat ied

full team, sekeluarga.

full team, sekeluarga.

makan makan setelah sungkeman

makan makan setelah sungkeman

D

kue sistermade. 😀

D

brownies sistermade. wujud aneh, tapi rasa paten. 😀

Akhir posting saya kali ini ijinkan saya mengucapkan, Taqoballahu Minna Waminkum. Taqobbal ya Karim. Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H. Jaga semangat Ramadhan dalam diri kita. 😀

Written by Johan Asa

4 Oktober 2008 at 9:46 am

Ditulis dalam ceracau, piece of me

Mohon Maaf Lahir dan Batin

with one comment

..Taqoballahu Minna Wa minkum..

SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin Atas Segala Kekhilafan dan Kelalaian.

-johan asa-

Written by Johan Asa

1 Oktober 2008 at 1:52 am

Ditulis dalam intermezzo

Mangrove dan Satpam

with 3 comments

Tanaman mangrove penting adanya. hmm ada yang belum pernah melihat mangrove dari dekat? Bapak Satpam baik hatinya. Ada yang belum pernah kena semprot mereka?

Selasa pagi (30/1), hari terakhir berpuasa dibulan penuh berkah ini, saya mengawali hari dengan suka cita tanpa mbangkong (baca: oversleep) di tempat tidur. Kenapa? karena adik saya yang dudul ini punya janji dengan seorang petani tambak di daerah Tambak Oso, waru. Dan kenapa adik saya yang dudul itu yang berjanji nge-date kok membuat saya tidak mbangkong? karena saya mau nebeng ke kampus sekalian foto-foto ditambak.Lalu kenapa dengan pak satpam? bentar dulu ahh sabar.

Masih Senin pagi, saya mandi pagi-pagi supaya bisa bareng adik saya yang dudul itu. Lalu berangkatlah kami ke Tambak Oso, untuk bertemu si-bapak yang dikejar kejar adik saya selama beberapa hari ini untuk tanda tangannya. Bukan karena terkenal atau artis petambak masa kini. Tapi itu bapak, merupakan ketua dari petani tambak yang mau adik saya ajak kong kalikong (baca: kerjasama) dalam program kreatifitas mahasiswa (PKM) bidang pengabdian masyarakat. Saya akui, adik saya yang dudul itu tidak dudul sekali melainkan sedikit hiperaktif. 😀

Setelah cukup sukses dengan PKM bidang kewirausahaannya mengenai pembuatan sirup apple mangrove dan menjadi wakil ITS di Pimnas XII di Semarang. Dia bersama teman-temannya kembali berniat mengikuti program serupa tapi untuk bidang pengabdian masyarakat. Singkat kata, bentuk kongkalikong mereka dengan bapak petani tambak itu nantinya, mungkin, berupa program pelatihan pembuatan sirup mangrove pada masyarakat petani tambak di Tambak Oso yang nantinya diharapkan meningkatkan taraf hidup petani tambak. Sekaligus melestarikan tanaman bakau tentunya. Saya pikir itu baru mahasiswa, down to earth dan bermanfaat.

Perjumpaan kami dengan bapak yang hanya mengenakan sarung saat menemui kami itu cukup singkat. Tapi meski singkat cukup membuat adik saya senang karena si Bapak akhirnya menyerahkan surat perjanjian kerjasama yang telah dia tandatangani. Tapi ciri khas anak muda yang gak pernah cepet puas dapat melekat pada pikiran adik saya yang dudul ini. Dia memancing si-Bapak yang belum mengenakan selembar kaos kutang itu untuk mengantarkan ke Tambaknya, demi dokumentasi foto. Tapi meski ajakan tak kentara dengan bahasa kromo halus telah dilancarkannya tak membuat bapak itu mengiyakan. Rupanya si bapak yang masih bersarung kotak-kotak itu ingin kembali menunaikan ibadah tidurnya. Kami lalu pergi ke Tambak terdekat sendiri dan membiarkan si Bapak kembali tidur. Tambak si bapak itu memang lebih jauh letaknya. Dan mungkin lebih menjanjikan rimbunnya tanaman mangrove.

Di tambak terdekat kami sedikit foto-foto tanaman mangrove. Foto-fotonya seperti ini.

mangrove 1

mangrove 1

mangrove lagi sampai satpam

Written by Johan Asa

1 Oktober 2008 at 1:47 am

Ditulis dalam piece of me, walking around