Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Mangrove dan Satpam

with 3 comments

Tanaman mangrove penting adanya. hmm ada yang belum pernah melihat mangrove dari dekat? Bapak Satpam baik hatinya. Ada yang belum pernah kena semprot mereka?

Selasa pagi (30/1), hari terakhir berpuasa dibulan penuh berkah ini, saya mengawali hari dengan suka cita tanpa mbangkong (baca: oversleep) di tempat tidur. Kenapa? karena adik saya yang dudul ini punya janji dengan seorang petani tambak di daerah Tambak Oso, waru. Dan kenapa adik saya yang dudul itu yang berjanji nge-date kok membuat saya tidak mbangkong? karena saya mau nebeng ke kampus sekalian foto-foto ditambak.Lalu kenapa dengan pak satpam? bentar dulu ahh sabar.

Masih Senin pagi, saya mandi pagi-pagi supaya bisa bareng adik saya yang dudul itu. Lalu berangkatlah kami ke Tambak Oso, untuk bertemu si-bapak yang dikejar kejar adik saya selama beberapa hari ini untuk tanda tangannya. Bukan karena terkenal atau artis petambak masa kini. Tapi itu bapak, merupakan ketua dari petani tambak yang mau adik saya ajak kong kalikong (baca: kerjasama) dalam program kreatifitas mahasiswa (PKM) bidang pengabdian masyarakat. Saya akui, adik saya yang dudul itu tidak dudul sekali melainkan sedikit hiperaktif.๐Ÿ˜€

Setelah cukup sukses dengan PKM bidang kewirausahaannya mengenai pembuatan sirup apple mangrove dan menjadi wakil ITS di Pimnas XII di Semarang. Dia bersama teman-temannya kembali berniat mengikuti program serupa tapi untuk bidang pengabdian masyarakat. Singkat kata, bentuk kongkalikong mereka dengan bapak petani tambak itu nantinya, mungkin, berupa program pelatihan pembuatan sirup mangrove pada masyarakat petani tambak di Tambak Oso yang nantinya diharapkan meningkatkan taraf hidup petani tambak. Sekaligus melestarikan tanaman bakau tentunya. Saya pikir itu baru mahasiswa, down to earth dan bermanfaat.

Perjumpaan kami dengan bapak yang hanya mengenakan sarung saat menemui kami itu cukup singkat. Tapi meski singkat cukup membuat adik saya senang karena si Bapak akhirnya menyerahkan surat perjanjian kerjasama yang telah dia tandatangani. Tapi ciri khas anak muda yang gak pernah cepet puas dapat melekat pada pikiran adik saya yang dudul ini. Dia memancing si-Bapak yang belum mengenakan selembar kaos kutang itu untuk mengantarkan ke Tambaknya, demi dokumentasi foto. Tapi meski ajakan tak kentara dengan bahasa kromo halus telah dilancarkannya tak membuat bapak itu mengiyakan. Rupanya si bapak yang masih bersarung kotak-kotak itu ingin kembali menunaikan ibadah tidurnya. Kami lalu pergi ke Tambak terdekat sendiri dan membiarkan si Bapak kembali tidur. Tambak si bapak itu memang lebih jauh letaknya. Dan mungkin lebih menjanjikan rimbunnya tanaman mangrove.

Di tambak terdekat kami sedikit foto-foto tanaman mangrove. Foto-fotonya seperti ini.

mangrove 1

mangrove 1

mangrove 2

mangrove 2

adik saya dan saya

adik saya dan saya


Tentang Satpam

Cukup untuk mangrovenya. Sekarang bapak satpam. Ada apa dengan pak Satpam hari itu? Di kampus saya satpam dikenal dengan satuan keamanan kampus ITS (SKK-ITS). Barisan bapak dan mas-mas yang berbadan tegap dan (kadang) bermuka garang itu ternyata bener-bener harus diacungi jempol. Karena mereka sungguh telah melakukan tugasnya dengan baik.

Ya, setelah dari tambak saya menuju kampus. Maksud hati akan ke kantor redaksi untuk menunaikan tugas dari napak Rektor memasang running text ucapan selamat lebaram pada halaman depan website kampus.Karena menurut webmaster hal itu tidak bisa dilakukan automatic dan harus dalam jaringan local ITS. -FYI pak Rektor minta running text ada hari Selasa- maka terpaksa saya sebagai redaksi yang gak mudik harus melakukannya sendiri.

Saya memang gak menyangka surat edaran rektor tentang dibekukannya segala aktifitas akademis juga termasuk aktifitas perkantoran di lingkungan ITS selama liburan -demi keamanan- diberlakukan tegas oleh SKK ITS. Yayaya, baru memarkir motor saya sudah didatangi seorang petugas SKK. Dia melarang keras saya, untuk menunaikan tugas yang notabene dari pak Rektor itu. Apalagi saya tidak dapat menunjukkan surat tugas. Wew. Memang selama ini tugas dari pak Rektor mengenai penampilan pengumuman di website tak pernah ada surat tugas tertulis. Hanya sebatas sms dari Staff khususnya.

Awalnya saya tetap ngotot, karena memang urusannya sebentar. Saya ngotot pada si petugas kalau gak percaya silahkan ikut menyertai saya masuk kantor redaksi. Tapi petugas yang bener-bener taat SOP itu bersikukuh. Jadilah saya disemprot dan harus melapor ke pos induk mereka.๐Ÿ˜ฅ Ahh, tapi saya salut buat SKK ITS atas ketegasannya.

Sedikit dongkol saya karena harus lapor ke pos. Lalu, di pos induk itu saya segera menelpon si pemberi tugas, staf khusus rektor. Saya minta dia memuluskan jalan saya. Lalu dia menelpon kepala BAUK yang mana membawahi SKK ITS. Gak lama kemudian saya bebas. Tugas saya pun gak ada 15 menit selesai. Mereka pun terheran. Kok cepet katanya.

@ pak satpam: yang saya kerjakan cuman kayak gini aja kok:

cuman nambahin running text doang kok

cuman nambahin running text doang kok

-Bravo buat SKK ITS-

Written by Johan Asa

1 Oktober 2008 pada 1:47 am

Ditulis dalam piece of me, walking around

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. 1. Tanggal 30 September itu bukan hari Senin, Jo. Jadi yang bener kamu nambak Senin, 29 Sep ato Selasa, 30 Sep???

    2. Yang fotoin kalian berdua (kamu & adekmu yang dudul) siapa hayo??

    3. Aku punya premonition bahwa adekmu bakal jadi orang bermasa depan cerah, apalagi lebih cakep gitchu๐Ÿ˜‰ wekekekeke piss!!!

    4. Salut buat satpam ITS heheh

    5.Usulin orang IT, suruh pake software yang bisa remote connect (aku ga tau apa namanya). Yang jelas kalo pake itu bisa akses jaringan kantor/kampus di manapun kita berada di ujung dunia mana pun (asal konek internet). Enak lho bisa virtual office

    Wina Dahlan

    2 Oktober 2008 at 11:03 pm

  2. @wina
    1. he eh salah hari, yang bener selasa. maklum udah umur 77 tahun *sambil liat profil fs sayah :p

    2. hehehe. coba perhatikan. foto ituh agak miring kan? itu karena si kamera ngikutin kontur jok sepeda motor. tak ada pihak ketiga maupun tripod dalam pembuatan video klip ini. *lhoooo

    3. yang jelas kakaknya cerah duluan cuma sayang gak ganteng.๐Ÿ˜€

    4. mau daftar jd satpam kampus saya?

    5. bisa aja sih. cuman kan tambah gak aman aja.

    Johan Asa

    4 Oktober 2008 at 7:40 am

  3. ehm… itu cowoknya ya Mas?
    ๐Ÿ˜†

    chiw

    7 Oktober 2008 at 11:01 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: