Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Saya, Bertanggungjawab Atas Pembunuhan Ini

with 8 comments

Red Devil Fish

Red Devil Fish

Saya dapat sms siang kemarin. Sms dari kawan baik saya sejak SD. kami berdua sama-sama hobiis ikan hias sejak SD juga. Menginjak bangku SMP, jenis ikan yang kita gemari untuk dipelihara adalah ikan jenis predator. Sebut saja ikan Oscar dan arwana yang populer, pernah kami pelihara.

Ada kesenangan tersendiri memang memelihara ikan jenis predator. Selain corak warnanya bagus dan bentuk tubuhnya indah. Dengan memelihara ikan jenis ini kita mendapat kesenangan ekstra saat memberi makan makanan hidup ada mereka. sadis? hmm itulah seninya. Apa saya berdosa? ahh, toh kodrat mereka di alam bebas memang memakan makanan hidup.🙂

Sms dari kawan saya yang sedang ambil master untuk bidang perikanan itu berisi tentang kabar terkini  ikan hias favorit kami sejak kecil. Ya, saya dan beberapa hobiis se-komplek punya ikan hias favorit. Red Devil namanya. Termasuk dalam jenis siklid. Dan bisa dibilang ikan hibrid Louhan yang pernah nge-trend juga mempunyai darah hasil persilangan dengan Red Devil dengan jenis siklid lainnya.

Ikan ini punya kelebihan. Selain nama populer yang keren mirip dengan julukan klub papan atas Manchester United, ikan ini juga dikenal memiliki warna yang indah. Jika terawat sempurna, warna ikan ini bisa mencapai orange kemerahan. Namun kebanyakan warna pada umumnya adalah kuning jeruk.

Selain itu, ikan ini memiliki ciri-ciri matanya yang merah dan terdapat jenong dikepala untuk jantan  ukuran dewasa matang kelamin. Tentunya ikan ini jenis predator juga. Karnivora dan petarung teritorial handal. Sisi menarik lainnya yang saya suka adalah ikan jenis ini mudah dikembangbiakkan. Sama dengan ikan Mujair, ikan ini termasuk kategori good parent. Dia akan melindungi anak anaknya sampai ukuran mandiri. Hanya saja bukan mouthbreeder yang menjaga anak-anaknya dalam mulut seperti ikan mujair.

Kembali ke kabar dari teman saya itu. Dikatakannya ikan favorit kami itu kini telah menjadi hama di perairan Indonesia. bahkan menurutnya, sekarang Red Devil sudah beralih jabatan dari ikan hias menjadi kripik ikan, dan itu telah diulas salah satu TV swasta. Memang semenjak tamat SMA saya sudah tidak terlalu update mengenai dunia hobiis ikan.

Riset kecil dengan om google segera saya lakukan untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi. Hasil query dengan keyword ikan red devil menunjukkan situs harian Suara Merdeka pernah memberitakan di tahun 2005 tantang teror ikan ini pada petambak ikan di Boyolali. Red Devil memangsa ikan-ikan budidaya seperti tawes, nila, mujair, gurami dsb.

link suara merdeka : RED DEVIL di SUARA MERDEKA

Dan saya juga menemukan pemberitaan Kompas tentang kripik ikan red devil, seperti yang dikabarkan sms kawan saya tadi. Kompas telah mengulasnya pada April 2008 lalu.

link Kompas : RED DEVIL di KOMPAS

BAhkan di youtube ada yang upload video Red Devil dengan menamainya ikan adolf hitler. Ikan ini super kriminil bukan?!

link Youtube : RED DEVIL di YOUTUBE

Setelah tahu lalu apa yang ada dalam benak saya? merasa bersalah tentunya. Ikan Red Devil bukanlah ikan asli perairan Indonesia. Ikan ini ikan asli perairan Amazon, perairan Amerika. Saya merasa bersalah karena secara tidak langsung ikut menyukseskan invasi besar-besaran red devil ke sungai, tambak dan waduk Indonesia.

Selama kurun tahun 1999 – 2003, kolam ikan saya di rumah termasuk produktif menghasilkan ikan-ikan red devil. Tapi bukan untuk produksi dijual lagi. Hanya untuk kesenangan saja membiakkan. Dari ratusan anakan yang tumbuh, hanya kira2 sepuluh ikan yang dapa survive sampai ukuran remaja dan dewasa. Lainnya? terkadang dimangsa ikan lain nya yang berada di kolam atau ikut terbuang saat proses pengurasan kolam. Nah, yang terakhir ini yang membuat saya merasa bersalah. Ikan jenis ini tergolong survive dengan segala kondisi air. Bisa jadi ikan yang ada di sungai atau di tambak, adalah dari kolam saya.😦

Saya ingat betul pada tahun 1999, di toko ikan hias, red devil dewasa hanya dihargai kurang dari Rp10.000. Murah meriah memang ikan ini dulu. Dan menginjak jaman keemasan Louhan, ikan ini juga sempat ikut naik harganya karena bisa dikatakan Red Devil juga moyangnya Louhan. Nah, kalau saat ini Red Devil di Indonesia berubah menjadi kripik, mungkin sudah takdirnya karena perangainya sendiri. Tapi saya mungkin tetap punya andil membawa ikan mata merah ini ke penggorengan.😀

Maaf buat perairan Indonesia. Maaf juga buat RedDevil, di Indonesia kini kisahmu hanya sampai di kemasan plastik berlabel Kripik Ikan Enak bu Siti asli Dusun Soka, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo. Semoga dengan notes ini para hobiis dapat mengambil suatu pesan moral. Hati-hati dengan peliharaan anda! Memeliharalah dengan bijaksana. Jangan sampai kejadian enceg gondok, piranha dan red devil menghapus kekayaan flora dan fauna Indonesia. ^_^

johan asa
just another man who’s behind the trigger

info tambahan untuk yang saya tag dan pembaca budiman  : saat ini saya ngidam kripik ikan red devil, bagi yang mengetahui tempat penjualan di surabaya saya mohon info. trimakasih banyak!😀

Written by Johan Asa

28 Maret 2009 pada 9:47 pm

Ditulis dalam hobby

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. hehehheee…
    ternyata klub bola favorit ku MU (Red Devil) punya penggemar dari kalanagan ikan

    fajjar nuggraha

    29 Maret 2009 at 2:22 pm

  2. ternyata ada ikan namanya Red Devil toh??? lucu ikannya…Red Devil setauku cuma MU pak Jow..
    Obsesi terbesarku, bisa punya SAHAM MU minimal 10%…

    lutfiana

    15 April 2009 at 2:21 pm

  3. Ijin ambil foto ikannya ya ?

    RDP

    Rovicky

    7 Januari 2010 at 2:01 pm

  4. kedengarannya ikannya bagus, saya sangat tertarik untuk memeliharanya, dimana bisa mendapatkan ikan ini ya? mohon bantuanya, terimakasih

    david

    20 Februari 2010 at 12:04 pm

  5. pak Asa ditunggu ya…

    david

    20 Februari 2010 at 12:12 pm

  6. red devil emanng sadis buanget dari cerita yg anda paparkan di atas, oronis nya anda bilang asyik memberikan makan karena anda enjoy kesadisan itu,tentu nya terlalu indah buatanda melihat suatu mahluk mengerang dlm penderitaan kyk intilah nya “anda menari di atas penderitaan mahluk lain” ( mereka jg mahluk than !!!). super eronis nya lg anda msh sempat bertanya tntngdosa, ha ha,,. tp sy ingin bertanya , mana anda dngn sang red devil itu ? karna anda sekarang menjadi pemakan red devil itu sendiri bahkan membuat nya menjadi keripik, mencenplunnkan nya ke dlm minyak yg mendidh kemudian melahap nya. Atau mngkn Anda iri terhadap red devil karna anda adlh sebenar nya SI sadis red devil itu sendiri !

    made

    25 Juni 2010 at 10:57 pm

  7. sekarang aku buat keripik ikannya lho,,,enakkkk

    hida

    18 September 2012 at 12:40 pm

  8. saya ada red devil didaerah saya banyak.dri yg kecil sm yg dewasa. buat yg minat ikan cichlid ni. bbm ja y gan 74d66f79 .ikan nya cakep warnanya tp galak cuy.

    wahidin

    25 Oktober 2015 at 11:33 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: