Dunia dalam Asa, bukan Dunia dalam Berita

…….Selalu ada Asa, Rasa, dan Cita……..

Halal Bihalal Sixers 2002

with 3 comments

[WARNING : BERITA BASI] Lebaran.. lebaran.. lebaran.. mumpung masih bulan syawal. masih pada suka histeria sale maap maapan. maka posting ini masih berbau edisi halal bi halal. Ya, beberapa sixers 2002 [sebutan untuk alumni jelata sma 6 surabaya angkatan 2002] mengadakan halal bihalal Jumat (10/10) Tempatnya di Element cafe, Frans Bakery gubeng lt 2 itu.

Sebelumnya saya mohon maaf kepada rekan-rekan yang tidak bisa hadir karena tidak tahu. Memang pengumuman adanya halal bihalal ini kemarin melalui posting di milis saja dan kesepakatan YM Conference beberapa rekan sixers2002. Saya sendiri cuma makmum dan tukang jepret yang gak janji bisa hadir tepat waktu saat itu karena derita kuliah. [usul rek, gimana kalo kita buat jalur sms berantai ttg agenda segala kegiatan kita]

Saya pribadi mensinyalir kurangnya peserta juga karena banyaknya teman-teman yang sudah menikmati arus balik dan tidak ada di kota surabaya tercinta ini. Teman-teman mungkin sudah kembali sibuk dengan segala aktifitasnya hingga lupa memantau milis. Untuk diketahui, Sixers2002 memang telah tersebar keberbagai belahan nusantara dan dunia.

Meskipun yang hadir bisa dibilang sedikit dan peserta bisa diitung dengan jari kaki dan tangan tapi acara tetap berlangsung meriah dan guyub. Dan tetap saja dibilang ini adalah acara halal bi halal sixers2002. hidup sixers2002!

Konsep acara mengalir gayeng saja. Tak ada aturan dresscode atau bahasan topik khusus. Sama seperti halal bihalal RT/RW hanya saja minus sambutan tetua dan ceramah ustad. Isi acara kita malam itu berkutat di: Salaman maap maapan – Ngobrol-Ngobrol sesama alumni – ngobrol sama waitress pesen makanan – makan-makan tetep sambil ngomong dan bergaya kalau dijepret – trus ngobrol ngobrol lagi – ketawa-ketiwi kekenyangan.

Hanya saja plus nya dalam halal bihalal ini dibanding halal bihalal kantor atau RT adalah totalanmburi. Apa yang kamu makan dan minum yoo bayaren dewe rekk. hahaha secara belum ada satupun dari kami yang jadi saudagar minyak. Karyawannya BP Migas sih ada tapi baru. *sambil lirik lirik rosyid. Tapi gak papa justru itu seninya, gayeng dan guyub.

okeh mari langsung saja kita pantau skrinsyut jepretan foto fotonya.

asyiknya rame rame

asyiknya rame rame

wuuuaaahhhhhh maaapin ane yakkk

wuuuaaahhhhhh maaapin ane yakkk

---------------

---------------

Written by Johan Asa

23 Oktober 2008 at 5:32 am

Ditulis dalam Uncategorized

Lebaran, Mudik dan Kue

with 5 comments

Tidak terasa liburan sudah akan berakhir. Sedih? jelas. Berarti mahasiswa semester gawat seperti saya ini harus kembali pada asistensi-asistensi yang rutin yang juga menyenangkan sekali. *teknik menghibur diri sendiri. Liburan ini saya tidak kemana-mana, tidak keluar kota surabaya ini. Hanya berkutat dalam kota. Ya, saya memang tidak punya kampung halaman. Tapi bukan berarti lalu saya tidak punya cerita. Kali ini saya mau cerita tentang lebaran versi asasino.

Idul Fitri, siapa umat muslim di dunia yang tak senang menyambutnya. Di Indonesia, terutama anak kecil dan pedagang pakaian sangat gembira menyambut lebaran. Bocah-bocah gembira puasa akan berakhir dan mereka mendapat angpau. Pedagang pakaian tak kalah sumringah karena trik penjualan bernama diskon akan sangat terbukti bermanfaat. Sedangkan orang dewasa yang bukan pedagang pakaian agaknya juga gembira tapi harus sedikit berpikir ekstra untuk mengatur pengeluarannya. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. -Ahh,pandangan asasino terlalu dangkal-

Bicara tentang lebaran, masyarakat negara ini akan akrab dengan istilah arus mudik, arus balik dan lonjakan penumpang. Mudik adalah suatu tradisi untuk melengkapi esensi lebaran, kembali ke fitri. Semua kasta di negara ini turut serta menjaga tradisi luar biasa ini. Mulai dari pengangguran, tukang jamu gendong, pegawai rendahan, pegawai tinggian, pegawai BUMN, PNS, pegawai swasta sampai saudagar minyak saat menjelang lebaran akan berpikir untuk kembali ke kampung halaman. Bertemu orang tua, keluarga kerabat dan sanak famili menjadi suatu kerinduan yang menepikan capeknya berdesakan di stasiun, kemacetan di jalan dan kocek yang terkuras karena harga tiket pesawat semakin tak masuk akal. Lebaran seakan menjadi tujuan utama setelah kerja keras setahun.

Meski saya bukan (belum) termasuk partisipan gerakan arus mudik dan arus balik, tapi secara pribadi saya memandang takjub tradisi ini. Mengesampingkan sisi pola hidup masyarakat yang mendadak superkonsumtif menjelang lebaran, bagi saya mudik merupakan parameter lebaran yang tetap asyik diikuti melalui beragam headline di surat kabar. Saya justru kuatir jika suatu saat menjelang lebaran pola diskon pedagang pakaian malah sukses diterapkan oleh jasa penyedia transportasi pengangkut mudik. Yang artinya mudik sudah bergeser trennya, sama tidak pentingnya dengan lebaran dengan baju baru. Sangat tidak seru, menurut saya, jika mudik tergantikan dengan fitur video call saja. 😦

Menonton iklan Telkom, saya sedikit lega. Operator telekomunikasi meski saling berlomba menciptakan tarif murah yang berslogan seperti “menghilangkan jarak, begitu dekat begitu nyata”, ternyata mereka tetap peduli juga dengan esensi lebaran. Lewat iklan telkom itu juga saya semakin yakin peran guru SD sangat nyata dalam menjaga tradisi lebaran. Tugas story telling seakan menjadi keharusan setelah lebaran. Salut buat guru SD! 😀

Keluarga saya juga berkumpul lebaran ini. Saling berkunjung ke rumah keluarga yang lain. Meski dalam kota, alhamdulillah tradisi saling berjabat tangan dari rumah saudara ke saudara yang lain tetap terjaga. Lalu, kakak kandung perempuan saya yang satu-satunya ini juga memperkuat suasana lebaran di keluarga dengan membuat sendiri beragam resep kue kering dan brownies kukus. Hahaha, sis, meski saya sering mencela kuemu bukan berarti saya tidak bangga denganmu. foto kue mu masuk blog sayah. hahaha 😎

tradisi sungkeman di keluarga saya setelah selesai sholat ied

tradisi sungkeman di keluarga saya setelah selesai sholat ied

full team, sekeluarga.

full team, sekeluarga.

makan makan setelah sungkeman

makan makan setelah sungkeman

D

kue sistermade. 😀

D

brownies sistermade. wujud aneh, tapi rasa paten. 😀

Akhir posting saya kali ini ijinkan saya mengucapkan, Taqoballahu Minna Waminkum. Taqobbal ya Karim. Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H. Jaga semangat Ramadhan dalam diri kita. 😀

Written by Johan Asa

4 Oktober 2008 at 9:46 am

Ditulis dalam ceracau, piece of me

Mohon Maaf Lahir dan Batin

with one comment

..Taqoballahu Minna Wa minkum..

SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin Atas Segala Kekhilafan dan Kelalaian.

-johan asa-

Written by Johan Asa

1 Oktober 2008 at 1:52 am

Ditulis dalam intermezzo

Mangrove dan Satpam

with 3 comments

Tanaman mangrove penting adanya. hmm ada yang belum pernah melihat mangrove dari dekat? Bapak Satpam baik hatinya. Ada yang belum pernah kena semprot mereka?

Selasa pagi (30/1), hari terakhir berpuasa dibulan penuh berkah ini, saya mengawali hari dengan suka cita tanpa mbangkong (baca: oversleep) di tempat tidur. Kenapa? karena adik saya yang dudul ini punya janji dengan seorang petani tambak di daerah Tambak Oso, waru. Dan kenapa adik saya yang dudul itu yang berjanji nge-date kok membuat saya tidak mbangkong? karena saya mau nebeng ke kampus sekalian foto-foto ditambak.Lalu kenapa dengan pak satpam? bentar dulu ahh sabar.

Masih Senin pagi, saya mandi pagi-pagi supaya bisa bareng adik saya yang dudul itu. Lalu berangkatlah kami ke Tambak Oso, untuk bertemu si-bapak yang dikejar kejar adik saya selama beberapa hari ini untuk tanda tangannya. Bukan karena terkenal atau artis petambak masa kini. Tapi itu bapak, merupakan ketua dari petani tambak yang mau adik saya ajak kong kalikong (baca: kerjasama) dalam program kreatifitas mahasiswa (PKM) bidang pengabdian masyarakat. Saya akui, adik saya yang dudul itu tidak dudul sekali melainkan sedikit hiperaktif. 😀

Setelah cukup sukses dengan PKM bidang kewirausahaannya mengenai pembuatan sirup apple mangrove dan menjadi wakil ITS di Pimnas XII di Semarang. Dia bersama teman-temannya kembali berniat mengikuti program serupa tapi untuk bidang pengabdian masyarakat. Singkat kata, bentuk kongkalikong mereka dengan bapak petani tambak itu nantinya, mungkin, berupa program pelatihan pembuatan sirup mangrove pada masyarakat petani tambak di Tambak Oso yang nantinya diharapkan meningkatkan taraf hidup petani tambak. Sekaligus melestarikan tanaman bakau tentunya. Saya pikir itu baru mahasiswa, down to earth dan bermanfaat.

Perjumpaan kami dengan bapak yang hanya mengenakan sarung saat menemui kami itu cukup singkat. Tapi meski singkat cukup membuat adik saya senang karena si Bapak akhirnya menyerahkan surat perjanjian kerjasama yang telah dia tandatangani. Tapi ciri khas anak muda yang gak pernah cepet puas dapat melekat pada pikiran adik saya yang dudul ini. Dia memancing si-Bapak yang belum mengenakan selembar kaos kutang itu untuk mengantarkan ke Tambaknya, demi dokumentasi foto. Tapi meski ajakan tak kentara dengan bahasa kromo halus telah dilancarkannya tak membuat bapak itu mengiyakan. Rupanya si bapak yang masih bersarung kotak-kotak itu ingin kembali menunaikan ibadah tidurnya. Kami lalu pergi ke Tambak terdekat sendiri dan membiarkan si Bapak kembali tidur. Tambak si bapak itu memang lebih jauh letaknya. Dan mungkin lebih menjanjikan rimbunnya tanaman mangrove.

Di tambak terdekat kami sedikit foto-foto tanaman mangrove. Foto-fotonya seperti ini.

mangrove 1

mangrove 1

mangrove lagi sampai satpam

Written by Johan Asa

1 Oktober 2008 at 1:47 am

Ditulis dalam piece of me, walking around

Belut, Bookstore dan Tur Tiga Mall

with 3 comments

Wah weekend kali ini saya benar benar merasakan indahnya dunia Surabaya. Ternyata Surabaya tak sesempit laboratorium dan kantor redaksi. Ya! saya banyak meluangkan waktu.

Mulai dari Jumat malam. Ada yang bilang Jumat malam adalah awal dari kesenangan ber-weekend kami para mahasiswa. Jumat malam artinya akhir dari perkuliahan tiap minggu dan waktunya melepas penat. Jumat kemarin juga adalah hari terakhir perkuliahan sebelum libur lebaran. Bayangkan betapa senangnya mahasiswa seperti saya pada waktu itu. *berlebihan 😛

Melihat sekeliling, Jumat malam kemarin memang bisa dikatakan awalan yang sempurna menghadapi libur panjang. Jumat malam kemarin, no asistensi tugas (dosennya badminton) dan no kuliah (mungkin dosennya rebutan diskon di Matahari). What a perfect day. Beberapa kawan terlihat memiliki rencana masing-masing. Mulai dari bakar ayam bersama di kosan sebagai perayaan sebelum pulang kampung, bargaining dengan pacar menentukan mall mana yang dituju beli baju baru sampai ada yang dengan senangnya menghadapi Jumat malam ini dengan duduk manis di depan PC browsing materi tugas akhir. kekekek. Ya apapun yang mereka lakukan, intinya mereka bahagia karena libur panjang. 😎

Saya juga tak mau ketinggalan. Sorenya saya sudah berencana untuk pergi makan belut. Sudah lama gak makan belut goreng sambal terasi. Sudah lama, kangen sekalih! Tidak mau sendirian, kali ini yang beruntung menemani saya makan adalah nduk chiw, seorang blogger yang saya masih tidak yakin dia mahasiswa, karena tak gemar kuliyah. Dan lebih tak yakin lagi kalau dia itu cewek. Warung belut yang kita tuju adalah Spesial Belut Surabaya (SBS) cabang Mulyosari karena dekat kampus.

Akhirnya Jumat malam itu menyudahi kerinduan saya terhadap dia yang berwujud belut. Seporsi menu Belut Elek Goreng lengkap dengan dua piring nasi dan es temulawak masuk ke perut saya di malam penuh suka itu. Sedangkan chiw memilih belut saus inggris sebagai teman nasinya. Oiya menu belut elek goreng adalah menu spesial dari warung ini. Belut digoreng lalu disajikan diatas wadah penuh sambal terasi dan ekstra potongan bawang. Kenapa disebut elek? karena memang tampilannya jelek. Tapi yakinlah itu resep tahasia mereka, belut terasa sangat maknyus dengan sambal itu. 😳

FYI, saat berbuka sebelumnya padahal saya sudah memakan lele penyet. Tapi hal itu gak mengurangi nafsu makan saya, 2 piring nasi pin habis oleh saya. Oh iya dan taukah anda jika Lele diyakini beberapa orang bodoh seperti Chiw merupakan Ibu dari Belut? Lah bapaknya belut bernama Ular, saat itu Lele dan ular terlibat asmara dan lahirlah Belut. Jadi bisa dibilang -jika menuruti legenda aneh itu- di perut saya malam itu ada reuni keluarga antara ibu dan anak. hahaha

Selain kepuasan dengan Belut-belut enak itu, malam itu saya juga dapat mengambil suatu pelajaran. Cara makan saya yang cepat mungkin salah satu penyebab saya gak bisa gemuk-gemuk. Memperhatikan chiw yang bulet ituh makan dengan alon-alon asal kelakon. Hmmm, kedepannya harus kurangi speed makan. Berikut screenshot kekacauan di meja kami:

kekacauan di meja kami!

kekacauan di meja kami!

…nge-mall itu menyenangkan atau membosankan?…

Written by Johan Asa

29 September 2008 at 6:53 am

Download Secara Brutal

with 4 comments

Saya download dengan brutal pada weekend kali ini. Disela sela, tugas kuliah yang padat, pekerjaan yang kadang cukup menyita waktu dan tuntutan pemahaman lebih dalam terhadap literatur penunjang tugas akhir saya, saya masih sempatkan download mp3. Supaya tidak setres. Ya, hanya supaya tidak stress.

Sabtu dan Minggu ini saya lebih banyak stay di kampus. Tak lain untuk misi mengerjakan tugas, browsing dan reading literatur Tugas Akhir. Tepatnya di redaksi ITS Online tercinta saya ngendon selama lebih dari 24 jam. Berbuka dan sahur tentunya juga di redaksi. Mandi pun juga meski tetap sekali sehari 😛

Minggu malamnya, jenuh mulai menggelayut di kepala. Akibat ndak bisa memahami peraturan yang sedang saya baca membuat saya mencari sedikit kesenangan. Memutar mp3 favorit saya. Genre lagu kesukaan agak berbeda dengan rekan tim redaksi. Jadi saya harus toleransi saat memutar lagu di siang hari. Siang hari atau jam kerja saya harus memilih betul lagu lagu yang sedang populer dalam playlist jika ingin regreshing dengan musik. Itu kalau tidak mau diprotes. “Lagu apaan ini? aneh gak terkenal, bikin ngantuk ahh,” kata beberapa rekan.

Memang apa lagu favorit saya? Ya! saya senang segala jenis popjazz, indiepop dan lagu lagu grup indi yang namanya aneh tapi lagunya asik easy listening. Sebut saja beberapa nama grup dan penyanyi seperti Club8, Acid House Kings, Sondre Lerche, Bluetones, Peter Bjorn and John, Rufus Wainwright, The Clientele telah memikat telinga saya. Memang semuanya nama-nama yang sangat jarang ditemui ditoko-toko kaset. Beberapa mungkin udah bubar tidak produktif lagi. Tapi itulah asiknya semakin jarang yang dengar semakin sedap didengarkan. Serasa ekslusif. -hahahaha aneh- 😀

Nah, beberapa waktu sebagian lagu saya musnah karena komputer laboratorium tempat saya sebagian menyimpannya harus diinstall ulang OS-nya. Kenapa musnah? karena kedodolan saya yang nyimpen file lagu drive C. Lagu yang ilang terrmasuk lagu sondre lerche duet dengan Lillian Samdal yang berjudul modern nature. Itu lagu yang paling saya suka. Menurut saya duet vokalnya sexy. Dan liriknya menjadikan inspirasi untuk pedekate. *hakhakhak pengalaman pribadi!

Kehilangan file mp3 kesukaan. Itu yang membuat saya semakin bernafsu mengatasi jenuh pikiran dengan mendownload secara brutal. Tak tanggung-tanggung saya menggunakan setidaknya 5 PC untuk download. Ya! saya memang sarap, sakit! wekekeke. Puluhan lagu berhasil saya download. Ahh senangnya. Lagu lagu dari Sondre Lerche, Club8, Peter Bjorn&John, Acid house kings berhasil disedot dalam semalam.

Oiya disela kesibukan mendownload. Saya memasang status di yahoo Mesenger *untuk pamer* dengan bunyi “download mp3 sondre, club8, ivy…” Dan siapa sangka ada teman di YM yang juga pedagang celana jeans di kaskus ternyata juga suka dengan lagu-lagu Sondre Lerche. Dia pun meminta saya untuk mengirim koleksi sondre saya. Saya menurutinya dengan harapan kedepan saya bisa dapat kortingan beli jeans dari dia. hahahaa. Oke Bung Chossey Harris?  😉

Yah. Mungkin hari-hari kedepan saya akan terhibur dengan playlist baru saya ini.

Untuk teman-teman ITS, sebagian file mp3 sondre lerche, club8, peter bjorn sudah saya share di share-share-an \\xx.xxx.50.50\musik. Kategori upload. Monggo dinikmati. 😆

Sebagian besar lagu saya dapat di: http://beemp3.com/

Written by Johan Asa

22 September 2008 at 2:55 am

Ditulis dalam hobby, intermezzo

Bahaya Beban Dosa Berlebih Pada Jembatan

with 9 comments

Weits. Judul ini bukan mentang-mentang saya ambil jurusan Teknik Sipilis. Dan juga bukan mau sombong saya ambil judul tugas akhir perencanaan struktur jembatan kereta api. Posting ini sukses terselenggara karena saya baru berpulang dari ngopi barengs (ngobar) bareng dua kawan. Hohoho kami bertiga ngobar di jembatan Merr (Medokan Ring Road) II C, Surabaya. Untuk diketahui jembatan Merr kalau malam, pedestriannya berubah jadi tempat nongkrong muda mudi.

Sebenarnya tadi bukan yang pertama kali saya cangkruk (nongkrong, red) disitu. Tadi itu ketiga kalinya. Pertama, dulu banget pas awal awalnya jembatan itu sukses direhab jadi lokalisasi para pecinta cangkruk surabaya. Kunjungan kedua dua semester yang lalu. Dan dari kedua kunjungan itu yang paling membekas adalah saya selalu pulang dengan masuk angin!

Nah, kali ini sebenarnya saya juga malas menerima ajakan rekan saya. Ya karena cangkruk disana bikin selalu bikin paginya mesti mencret-mencret, atau paling gak ya kentut-kentut. Tapi karena rindu ngobar akhirnya saya ikut. Untunglah Ifan dan REza rekan saya yang datang duluan mendapatkan tempat di tepi jembatan. FYI, kalau ditengah bentang anginnya agak kenceng. Itulah yang bikin kita bisa mules.

Makanan dan minuman disana menurut saya biasa, dibilang enak ya enggak, dibilang gak enak ya kasihan. Untuk harga lebih mahal dari warung kopi dekat kampus, tapi lebih murah dari Excelso dan starbucks. 😛 Jujur saya gak nangkep kesenangan suasana nongkrong disana. Selama disana saya cuman dapat kesenangan bahan obrolan teman ngopi. Tapi herannya, banyak juga muda mudi yang nongkrong disana. Singkat kata menurut saya tempatnya gak asyik. 😦

Jembatan Merr II C saat ini memang masih jembatan prematur. Karena terganjal pembebasan lahan dan masalah ini itu yang pelik makanya jembatan yang seharusnya merupakan bagian dari program pengembangan Surabaya timur ini belum selesai sempurna. Jembatan yang awalnya akan berfungsi mengatasi kemacetan dan menjadi jalur singkat penghubung antara Jalan A R Hakim – Semampir – Rungkut seakan hanya menjadi pengganti jembatan belly sebelumnya (treteg ijo) yang menghubungkan Kedung Baruk dan Semampir. Malahan macet masih sering terjadi di Semampir Semolowaru. Benar-benar prematur.

Karena prematur itu, akhirnya sebagian oknum melihat celah memanfaatan ruang jembatan. Pada malam hari mereka menggunakan pedestrian sebagai sarana jualan kaki lima. Pedestrian jembatan disulap jadi warung lesehan. Parahnya, masyarakat ternyata suka akan sensasi ngopi diatas jembatan. Jadilah hubungan baik supply and demand terbentuk. Jadilah Merr II C tempat ngobar dan one stop entertainment. -selama saya dan kawan-kawan duduk 2 jam disana, ada paling tidak 10 kali pengamen datang dan 5 kali gerobak keripik yang sama melintas-

Sebagai calon engineer sipil yang budiman saya sangat berduka dengan keadaan Jembatan Merr II C saat ini dan mengutuk keras oknum (baik pemerintah kota, pedagang, pembeli dan pengamen). Setau saya dalam perencanaan jembatan gak ada yang namanya diperhitungkan beban muda-mudi nongkrong, beban gerobak dan beban motor parkir sepanjang dua sisi pinggir jalan jembatan. Memang pasti beban yang timbul akan lebih kecil dari beban yang direncanakan, secara melihat fungsi sebenarnya dari jembatan ini. Tapi tetap saja tidak benar jika pedestrian disulap menjadi tempat lesehan dan pengamen wira-wiri sepuluh kali!. Belum lagi beban dosa sejoli yang pacaran mesra hingga tengah malam.

Ahh, Ada begini kan karena ada demand ada supply. Saat ini memang minim tempat hiburan yang merakyat. Gak salah kalau masyarakat mencari sensasi baru nongkrong – ngobrol – ngopi – pulang – masuk angin – mencret. Tapi mungkin perlu dimasukkan dalam peraturan perencanaan jembatan yang baru, beban tambahan pada jembatan juga meliputi beban warung lesehan pedestrian, beban parkir motor dan beban dosa pasangan mesum.

Malam tadi, saya pakai jaket dan kaos dobel. Saya minum kopi susu dan makan indomi rebus, semua habis Rp. 6000. Semoga paginya tidak kentut-kentut. 😎

Sudah tak mau lagi diajak nongkrong disana. Cukup tiga kali. 😀

foto diambil dari: http://actadigital.blogspot.com/

Written by Johan Asa

18 September 2008 at 3:00 am

Ditulis dalam Uncategorized